Menjelang pelaksanaan Porprov VIII Kalimantan Timur pada November 2026, persiapan tim panjat tebing Kabupaten Paser masih menghadapi sejumlah kendala. Meski berstatus sebagai tuan rumah, para atlet harus menjalani latihan dengan fasilitas yang terbatas dan sebagian sudah usang.
Sebanyak 16 atlet telah disiapkan untuk mengikuti pertandingan. Namun, tantangan mereka tidak hanya datang dari keterbatasan sarana latihan, melainkan juga pengalaman bertanding yang masih minim karena sebagian besar atlet tergolong pemula.
Di tengah kondisi tersebut, tim panjat tebing Paser tetap menargetkan perolehan satu hingga dua medali emas pada Porprov VIII Kaltim.
Ajang olahraga tingkat provinsi tersebut dijadwalkan berlangsung pada 14 hingga 27 November 2026. Tim panjat tebing Paser sendiri terdiri dari delapan atlet putra dan delapan atlet putri yang disiapkan untuk mengikuti berbagai kelas pertandingan.
Pelatih Panjat Tebing Paser, Surayah, mengatakan bahwa keterbatasan fasilitas menjadi salah satu hambatan dalam menjalankan program latihan intensif menjelang pertandingan.
Sejumlah peralatan yang digunakan saat ini sudah usang. Sementara itu, tim masih menunggu realisasi bantuan peralatan boulder dari pemerintah provinsi untuk menunjang persiapan atlet.
“Sambil menunggu fasilitas dari Provinsi, sementara ini kami memanfaatkan alat yang ada, ” kata Surayah, Minggu (11/10/2026).
Selain persoalan fasilitas, pengalaman para atlet juga menjadi tantangan tersendiri. Sebagian besar anggota tim masih berusia sekitar 14 hingga 18 tahun dan tergolong sebagai atlet pemula yang telah melalui proses seleksi.
Menurut Surayah, masa pembinaan para atlet yang disiapkan untuk Porprov kali ini relatif singkat, yakni sekitar empat hingga enam bulan.
Padahal, untuk membentuk atlet panjat tebing hingga mencapai tingkat profesional, idealnya dibutuhkan proses pembinaan selama tiga sampai empat tahun.
Kondisi tersebut membuat tim pelatih harus menyesuaikan program latihan dengan kemampuan dan pengalaman para atlet yang masih berkembang.
Meski menghadapi berbagai keterbatasan, tim panjat tebing Paser tetap memasang target perolehan medali pada ajang Porprov VIII Kaltim.
Pelatih Panjat Tebing Paser lainnya, Ancu, menyebut target realistis yang ingin dicapai adalah satu hingga dua medali emas. Namun, ia mengakui bahwa keterbatasan fasilitas dan pengalaman atlet menjadi tantangan dalam mencapai target tersebut.
“Kalau untuk emas kita targetkan satu atau dua. Untuk yang lainnya ya dapat alhamdulillah, enggak dapat ya alhamdulillah. Karena dari segi atlet kurang karena baru, kemudian juga terhambat karena keterbatasan fasilitas. Itu yang sangat jadi masalah,” ucapnya.
Berdasarkan evaluasi tim pelatih, kemampuan fisik, mental, dan penguasaan teknik memanjat para atlet masih perlu ditingkatkan agar lebih siap menghadapi persaingan.
Meski demikian, perkembangan dan kemampuan adaptasi para atlet pemula dinilai cukup cepat selama mengikuti program latihan.
Menjelang pelaksanaan Porprov VIII Kaltim, Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Paser berharap bantuan peralatan serta perbaikan fasilitas latihan dapat segera terealisasi.
Dukungan sarana yang lebih memadai diharapkan dapat membantu tim memaksimalkan sisa waktu persiapan, sekaligus meningkatkan kesiapan para atlet untuk bersaing membawa nama Kabupaten Paser sebagai tuan rumah.







