Karyawan Warung di Tanah Grogot Tega Aniaya Bosnya Sendiri Menggunakan Parang - Info Paser
Infopaser.id

Kabupaten Paser , Infopaser.id – Seorang karyawan warung Nasi Goreng di Jalan Kapten Pierre Tendean, Tanah Grogot berinisial MFT (35), harus meratapi perbuatannya karena telah menganiaya bosnya sendiri S (35) menggunakan benda tajam parang. Kejadian itu berlangsung di rumah korban di Jalan Cipto Mangunkusumo, Tanah Grogot pada Sabtu 15 Juni 2024. 

Motif penganiayaan ini lantaran tersangka emosi karena tidak diberikan pinjaman uang oleh korban. Sebelumnya, korban telah meminjamkan uang dua kali kepada tersangka. Korban tidak mau meminjamkan ketiga kalinya karena menunggu sang suami pulang terlebih dahulu. Namun karena tidak sabar, tersangka akhirnya emosi dan melayangkan parang ke pelipis mata korban. 

Baca Juga: Dua Pemuda Ngamuk Bawa Sajam di Indomaret Kuaro, Polisi Langsung Bekuk Ditempat

Kasat Reskrim Polres Paser Iptu Helmi S. Saputro mengatakan, tersangka menghentikan perbuatannya setelah ada tetangga yang datang ke rumah korban. Mengetahui aksinya dipergoki, pelaku kemudian melarikan diri dengan membawa motor, sejumlah uang tunai dan beberapa perhiasan korban.  

“Tidak lama setelah ada laporan, polisi bergerak cepat dan menangkap korban di Jalan Kusuma Bangsa, Kecamatan Tanah Grogot beserta barang bukti pada hari kejadian,” kata Helmi, Minggu 16 Juni 2024.

Helmi menuturkan, setelah berhasil menangkap pelaku pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa parang yang digunakan untuk menyerang korban dan baju kemeja biru yang berlumuran darah serta satu unit motor korban, uang tunai sebesar Rp 1,8 juta, dua cincin emas korban senilai Rp 1,7 juta, serta satu kalung emas senilai Rp4,3 juta. 

Baca Juga: 8 Pencuri Besi dan Alat Berat Berhasil Ditangkap Polsek Kuaro 

Tersangka mengakui semua perbuatannya saat disidik polisi. Akibat aksinya, MFT akan dijerat dengan Pasal 365 junto Pasal 351 Ayat (2) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHPidana) tentang pencurian dengan kekerasan dan penganiayaan berat dan ancaman hukuman 9 tahun penjara. 

Helmi menambahkan, korban S saat ini sedang dirawat di RSUD Panglima Sebaya Paser. Kondisi S terus dipantau tim medis sambil menunggu pemulihan. Kasus ini menjadi perhatian serius aparat kepolisian dan masyarakat Paser.

Iklan