Infopaser.id

Menyusutnya debit Sungai Kandilo selama musim kemarau mulai berdampak terhadap pasokan air bersih bagi masyarakat Kabupaten Paser. Kondisi tersebut membuat kapasitas produksi Perumdam Tirta Kandilo Paser turun lebih dari 14 persen dibandingkan kondisi normal.

Penurunan produksi membuat distribusi air ke sambungan pelanggan tidak dapat berjalan maksimal seperti biasanya. Dalam kondisi normal, produksi air mencapai 290 liter per detik. Saat ini kapasitas tersebut turun menjadi di bawah 250 liter per detik.

“Normalnya produksi kami mencapai 290 liter per detik, tetapi kini turun menjadi di bawah 250 liter per detik. Itu belum termasuk kendala jika ada perbaikan jaringan pipa,” ujar Plt Direktur Perumdam Tirta Kandilo Paser, Paulus Margita.

Di tengah menurunnya ketersediaan air baku, distribusi juga menghadapi persoalan jaringan. Sejumlah pipa transmisi utama yang digunakan telah berusia cukup tua karena merupakan peninggalan sejak 1986. Kondisi tersebut membuat jaringan lebih rentan mengalami kebocoran maupun kerusakan ketika mendapat tekanan air tinggi.

Persoalan lain datang dari pasokan listrik. Pemadaman listrik dari PLN, khususnya di wilayah Desa Sangkuriman, dapat mengganggu operasional distribusi air. Penggunaan genset sebagai sumber daya alternatif membuat kemampuan pompa mendorong air menurun sekaligus menambah biaya operasional.

Di tengah sejumlah kendala tersebut, lima unit pompa yang dimiliki Perumdam saat ini disebut berada dalam kondisi siap beroperasi.

“Meski demikian, seluruh pompa yang kami miliki sebanyak lima unit kini dalam kondisi prima dan siap beroperasi penuh untuk melayani masyarakat,” beber pria yang juga menjabat sebagai Kepala Bagian Perekonomian Setda Paser tersebut.

Perbaikan jaringan dan pemeliharaan pipa juga dilakukan secara bertahap untuk mengurangi potensi kebocoran. Namun, pekerjaan pada jaringan dapat berdampak sementara terhadap distribusi air kepada pelanggan.

Perumdam menyatakan informasi mengenai rencana perbaikan akan disampaikan lebih awal agar masyarakat memiliki waktu untuk menyiapkan cadangan air.

“Setiap ada rencana perbaikan pipa, informasi resmi akan kami umumkan minimal dua hari sebelumnya agar warga dapat bersiap,” tegas Paulus.

Di tengah menurunnya produksi dan distribusi air, masyarakat juga diimbau menyediakan tandon atau tempat penampungan di rumah sebagai cadangan apabila pasokan air sewaktu-waktu berkurang atau terganggu. 

Iklan