Infopaser.id

Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur VIII tetap dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Paser pada 14–27 November 2026. Namun, keterbatasan anggaran membuat jumlah cabang olahraga (cabor) yang diusulkan untuk dipertandingkan mengalami penyesuaian.

Panitia Besar Pekan Olahraga Provinsi (PB Porprov) mengusulkan sebanyak 59 cabor dengan total 1.014 nomor pertandingan. Jumlah tersebut lebih sedikit dari harapan sebelumnya, setelah KONI Kaltim sempat mengusulkan agar 64 cabor dapat dipertandingkan dalam Porprov tahun ini.

Ketua Umum KONI Kaltim H Anderiy mengatakan usulan 59 cabor telah disampaikan secara resmi oleh PB Porprov. Keputusan tersebut sebelumnya melalui sejumlah pembahasan, mulai dari pertemuan langsung, rapat daring, hingga audiensi dengan Gubernur Kaltim.

“Kemarin sore kita sudah menerima surat dari PB Porprov terkait jumlah cabor dan nomor tanding yang akan dipertandingkan,” ujar Anderiy.

Menurut Anderiy, pengurangan jumlah cabor bukan merupakan keputusan sepihak. Keterbatasan anggaran dan kemampuan fiskal daerah menjadi pertimbangan agar Porprov tetap dapat terlaksana sesuai jadwal.

“Saya pastikan tidak ada intervensi. Keputusan usulan ini berdasarkan keterbatasan anggaran dan pertimbangan efisiensi, supaya pelaksanaan Porprov tetap terlaksana. Kita dari KONI Kaltim harus bijak menerima usulan ini,” tegasnya.

KONI Kaltim sebelumnya masih berharap 64 cabor dapat dipertandingkan. Namun, usulan tersebut akhirnya harus menyesuaikan dengan kondisi anggaran yang tersedia.

“Kami dari KONI Kaltim sebenarnya juga sudah memberikan masukan ke PB Porprov, harapannya bisa mempertimbangkan untuk mempertandingkan 64 cabor. Tapi karena kondisi fiskal, kemampuan APBD provinsi, kami juga tidak bisa berharap banyak,” katanya.

Dari penyesuaian tersebut, lima cabor tidak masuk dalam usulan pertandingan Porprov Kaltim VIII. Kelimanya yakni Korfball Indoor, Ski Air, Barongsai, Petanque, dan Woodball.

Meski tidak masuk dalam 59 cabor yang diusulkan, peluang bagi kelima cabor tersebut untuk tetap dipertandingkan belum sepenuhnya tertutup. KONI Kaltim berencana memanggil masing-masing pengurus cabor untuk membahas opsi penyelenggaraan secara mandiri.

Jika opsi tersebut disepakati, pertandingan dapat dilaksanakan di Balikpapan atau Samarinda sehingga tidak harus berlangsung di Kabupaten Paser.

“Terkait lima cabor yang belum bisa dipertandingkan, kami dari KONI Kaltim akan mencoba memanggil masing-masing pengurusnya. Kita akan menawarkan opsi, jika mereka tetap ingin dipertandingkan, silakan dengan biaya mandiri, dan boleh dilaksanakan di Balikpapan atau Samarinda, tidak harus di Kabupaten Paser,” ujar Anderiy. 

Iklan