Infopaser.id

Pangkas Waktu Hingga 2 Jam, Jalur Batu Engau–Balangan Kalsel Kian Diminati Warga

Pangkas Waktu Hingga 2 Jam, Jalur Batu Engau–Balangan Kalsel Kian Diminati Warga

Masyarakat di Kecamatan Batu Engau dan sekitarnya kini memiliki jalur alternatif yang dinilai lebih cepat untuk menuju Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan. Jalur yang menghubungkan Desa Kerang Dayo dengan wilayah Balangan tersebut disebut mampu memangkas waktu perjalanan hingga sekitar dua jam dibandingkan rute umum yang selama ini digunakan warga.

Selain lebih cepat, kondisi jalan yang relatif baik juga membuat jalur tersebut semakin banyak dimanfaatkan masyarakat. Sebagian besar ruas jalan telah dibangun menggunakan rigid beton, sementara sisanya masih berupa jalan pengerasan yang tetap dapat dilalui kendaraan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi jalur dari Desa Kerang Dayo menuju wilayah Balangan cukup memadai untuk dilintasi. Dari total perjalanan sekitar 75 kilometer, waktu tempuh menuju pusat Kabupaten Balangan dapat dicapai dalam waktu kurang lebih satu jam.

Waktu tersebut jauh lebih singkat dibandingkan jalur nasional yang melewati Tanah Grogot, Kuaro, Batu Sopang, Muara Komam, Tabalong hingga Balangan. Melalui jalur umum, perjalanan menuju Balangan umumnya membutuhkan waktu sekitar empat hingga lima jam.

Jalur ini pada dasarnya merupakan jalan logistik yang memiliki panjang lebih dari 100 kilometer dengan lebar jalan di atas 15 meter. Namun dalam praktiknya, masyarakat juga diperbolehkan melintas dengan pengaturan waktu tertentu.

Untuk alasan keselamatan, pengguna umum dapat melintasi jalur tersebut mulai pukul 17.00 Wita hingga 07.00 Wita. Sementara pada pukul 07.00 hingga 17.00 Wita, jalur digunakan untuk mendukung aktivitas logistik perusahaan.

Meski menjadi alternatif yang lebih cepat, pengguna jalan tetap diminta berhati-hati selama perjalanan. Beberapa ruas yang belum dicor masih menimbulkan debu cukup tebal, terutama saat kendaraan berpapasan.

Dengan waktu tempuh yang lebih singkat dan kondisi jalan yang terus berkembang, jalur alternatif ini mulai menjadi pilihan bagi sebagian warga yang melakukan perjalanan antara wilayah Paser dan Kalimantan Selatan.

Iklan