Infopaser.id

Kabupaten Paser tengah memasuki fase perkembangan di berbagai sektor. Di tengah pembangunan infrastruktur, meningkatnya aktivitas ekonomi, dan persiapan menjadi tuan rumah Porprov Kaltim 2026, kebutuhan akan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten juga semakin besar.

Di balik perkembangan tersebut, tantangan ketenagakerjaan masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Paser pada 2025 tercatat sebesar 4,62 persen, meningkat 0,09 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Salah satu tantangan yang turut mempengaruhi kualitas SDM adalah masih adanya generasi muda yang tidak dapat menyelesaikan pendidikan. Sebuah penelitian pada tahun 2022 mengenai persepsi orang tua pada masyarakat Suku Paser di Kecamatan Batu Sopang, menunjukkan keterbatasan ekonomi masih menjadi kendala bagi sebagian keluarga untuk menyekolahkan seluruh anaknya hingga jenjang yang lebih tinggi.

Dalam salah satu hasil wawancara penelitian tersebut, seorang warga bernama Rusdi mengaku hanya mampu menyekolahkan anak pertamanya. Sementara anak kedua dan ketiganya terpaksa berhenti setelah lulus sekolah dasar karena keterbatasan biaya. 

Selain persoalan ekonomi, meningkatnya kasus pernikahan usia dini juga menjadi perhatian. Sepanjang Januari hingga Agustus 2025 tercatat 68 konsultasi terkait pernikahan anak di bawah usia 19 tahun, meningkat dibandingkan 55 kasus sepanjang 2024. Kondisi tersebut berpotensi mempersempit kesempatan generasi muda untuk melanjutkan pendidikan sekaligus meningkatkan kompetensinya.

Kondisi tersebut tentu membuat sebagian generasi muda kehilangan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja. Semakin rendah akses terhadap pendidikan maupun pengembangan kompetensi, semakin besar pula tantangan untuk memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan.

Di sisi lain, kebutuhan dunia kerja juga terus berubah. Perusahaan kini tidak lagi hanya membutuhkan tenaga kerja saja, tetapi juga SDM yang memiliki kompetensi tinggi, memiliki kemampuan komunikasi, serta pengalaman yang relevan dengan kebutuhan industri. Kondisi inilah yang kemudian memunculkan kesenjangan antara kemampuan sebagian pencari kerja dengan kebutuhan dunia usaha.

Oleh karena itu peningkatan keterampilan melalui pelatihan, sertifikasi kompetensi, hingga program magang menjadi semakin penting. Jalur tersebut dapat menjadi alternatif bagi generasi muda untuk memperoleh pengalaman praktis sekaligus meningkatkan kemampuan kerja. Bekal tersebut juga dapat memperbesar peluang mereka untuk bersaing di dunia industri, termasuk bagi yang memiliki keterbatasan akses terhadap pendidikan formal. 

Iklan