Kasus kenakalan remaja masih menjadi perhatian di Kabupaten Paser. Pelajar yang membolos dan berkumpul di lokasi sepi masih terus ditemukan. Temuan tersebut diperoleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Paser dalam sejumlah patroli di wilayah Tanah Grogot.
Kepala Satpol PP Paser, M. Guntur, mengatakan petugas masih menjumpai anak usia sekolah berada di luar lingkungan sekolah pada waktu yang seharusnya digunakan untuk belajar. Sebagian juga ditemukan berpasangan maupun berkumpul di lokasi sepi dan minim penerangan khususnya di Tanah Grogot.
“Kondisi ini perlu menjadi perhatian bersama. Bukan berarti pertemanan merupakan sesuatu yang dilarang, tetapi lingkungan tempat bergaul dapat turut mempengaruhi perilaku seorang anak,” kata Guntur, Minggu (16/8/2026).
Menurut Guntur, pelajar perlu memperhatikan lingkungan dan lokasi yang dipilih untuk berkumpul. Tempat terbuka, terang, dan aman dinilai lebih tepat dibandingkan lokasi sepi yang minim pengawasan.
Persoalan membolos juga masih menjadi perhatian. Pelajar yang meninggalkan kegiatan belajar dinilai berisiko kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan sekaligus membentuk kebiasaan tidak disiplin.
Kedisiplinan tidak hanya berkaitan dengan kehadiran di sekolah. Kepatuhan terhadap jam belajar, aturan seragam, proses pembelajaran, serta tata tertib sekolah juga menjadi bagian dari tanggung jawab pelajar.
Pengawasan terhadap aktivitas anak tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah. Peran keluarga juga diperlukan, terutama ketika pelajar berada di luar lingkungan sekolah.
Selain persoalan bolos dan pergaulan, penggunaan telepon seluler menjadi perhatian. Perangkat tersebut dapat membantu pelajar mengakses informasi dan mendukung pembelajaran. Namun, penggunaan tanpa batas berpotensi menyita waktu belajar, aktivitas fisik, dan interaksi dengan keluarga.
“Teknologi itu alat. Manfaat bergantung kepada orang yang menggunakannya. Jangan sampai kalian yang seharusnya mengendalikan HP justru dikendalikan oleh HP,” ujarnya.
Temuan pelajar di luar sekolah menunjukkan persoalan kedisiplinan masih perlu mendapat perhatian. Pengawasan dari keluarga dan sekolah menjadi penting agar aktivitas pelajar selama jam pendidikan tetap terpantau.







