Infopaser.id

Infopaser.id – Menjelang gelaran ‘Paser Open Road Race 2025’ pada 6–7 Desember mendatang, Pengcab Ikatan Motor Indonesia (IMI) Paser mulai melakukan evaluasi sebagai tindak lanjut dari penyelenggaraan Kejurnas Road Race Motoprix pada Oktober lalu.

Sekretaris IMI Paser, Zulkifli Kaharuddin, mengatakan bahwa Kejurnas sebelumnya memberikan banyak catatan penting terkait keamanan lintasan. Sejumlah titik dinilai rawan dan akan diperkuat agar pembalap dapat bertanding dengan lebih aman.

“Berkat event kemarin kami bisa tahu beberapa titik yang memang rawan. Itu akan kami perbaiki, akan kami buatkan safety untuk pengaman pembalap,” ujarnya, Kamis (20/11/2025).

Selain aspek lintasan, IMI Paser juga menyoroti keluhan masyarakat mengenai tarif parkir roda dua yang dinilai terlalu tinggi yakni Rp10 ribu. Zulkifli menegaskan bahwa IMI tidak mengelola parkir, karena tarif tersebut sepenuhnya berada di bawah kewenangan Dinas Perhubungan bersama pihak ketiga.

Ia juga memastikan bahwa panitia tidak menarik biaya apa pun dari pelaku UMKM yang berjualan selama event berlangsung. Namun untuk penyelenggaraan mendatang, penataan area UMKM akan difokuskan pada satu titik agar lebih tertib dan tidak mengganggu arus penonton.

“Untuk UMKM nanti ada beberapa titik yang kami hilangkan dan kami fokuskan di satu titik biar lebih tertata,” katanya. 

Akses menuju area paddock turut menjadi perhatian. Pada event berikutnya, area tersebut akan disterilkan agar tidak dimasuki masyarakat yang tidak berkepentingan demi menjaga kenyamanan tim dan keselamatan pembalap.

“Ke depannya kami imbau masyarakat khususnya penonton agar tidak masuk ke area paddock kalau tidak berkepentingan. Itu sangat mengganggu peserta dan tim,” tegasnya 

Dengan rangkaian evaluasi tersebut, IMI Paser berharap Paser Open Road Race 2025 dapat berlangsung lebih aman, tertib, dan nyaman bagi peserta maupun penonton.

Iklan