Infopaser.id

Expo Perumahan Kabupaten Paser 2026 mengakhiri rangkaian penyelenggaraannya setelah berlangsung selama tiga hari pada 9–11 September 2026 di halaman Mal Pelayanan Publik (MPP), Tanah Grogot.

Selama penyelenggaraan, expo tersebut mempertemukan masyarakat dengan pengembang perumahan, perbankan, hingga sejumlah pelaku usaha yang bergerak di sektor pendukung hunian. Masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai pilihan rumah, fasilitas pembiayaan dan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) hingga kebutuhan perlengkapan dan material bangunan.

Sebanyak 12 pengembang perumahan terlibat dalam expo tersebut. Tujuh di antaranya merupakan pengembang asal Kabupaten Paser, sedangkan lima lainnya berasal dari luar daerah.

Selain pengembang, kegiatan ini melibatkan delapan perbankan, empat perangkat daerah, notaris, konsultan jasa desain rumah, pelaku usaha perlengkapan dan material rumah, serta sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Keterlibatan berbagai pihak tersebut membuat masyarakat tidak hanya dapat melihat pilihan hunian, tetapi juga memperoleh informasi mengenai skema pembiayaan dan berkonsultasi langsung mengenai kebutuhan perumahan dalam satu lokasi.

Salah satu transaksi yang berlangsung selama rangkaian expo adalah proses akad jual beli rumah oleh pengembang Avilla Group dengan fasilitas pembiayaan dari Bank BNI. Proses akad tersebut menjadi salah satu bentuk pertemuan antara penyedia hunian, masyarakat, dan lembaga pembiayaan selama penyelenggaraan expo.

Di balik penyelenggaraan Expo Perumahan, kebutuhan terhadap hunian di Kabupaten Paser masih cukup besar. Berdasarkan data DKPP Paser, kebutuhan hunian yang belum terpenuhi atau backlog di Kabupaten Paser masih mencapai sekitar 28.212 unit. Selain itu, sebanyak 4.794 unit rumah tercatat masuk dalam kategori Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Persoalan perumahan di Paser tidak hanya berkaitan dengan jumlah hunian yang tersedia. Pengelolaan data perumahan yang masih tersebar, keterbatasan akses masyarakat terhadap informasi, koordinasi antara pihak, hingga kemampuan finansial masyarakat menjadi sejumlah tantangan yang masih dihadapi.

Bupati Paser Fahmi Fadli mengatakan kebutuhan terhadap hunian layak masih menjadi persoalan yang dihadapi baik di tingkat daerah maupun nasional.

“Kita memahami bahwa hingga hari ini, kebutuhan akan hunian layak masih menjadi tantangan nasional maupun daerah,” kata Fahmi, Rabu 10 September 2026.

Iklan