Sebuah truk operasional tim penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Kabupaten Paser terbalik saat melakukan pemadaman di wilayah Padang Pengarapat. Kendaraan tersebut jatuh setelah jembatan darurat yang dilaluinya jebol di tengah kondisi asap pekat yang membatasi jarak pandang.
Insiden bermula ketika angin kencang tiba-tiba memperbesar kobaran api di sekitar lokasi pemadaman. Pengemudi yang berusaha menghindari sambaran api memilih terus melajukan kendaraan, tetapi tidak dapat melihat kondisi jembatan darurat di depannya.
Akibat kejadian tersebut, truk mengalami kerusakan pada kaca depan dan bodi kendaraan. Dua orang yang berada di dalam truk berhasil dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Koordinator Lapangan Tim Karhutla Kabupaten Paser, Marwansyah, menjelaskan bahwa kecelakaan bermula ketika dirinya sedang mengatur pergerakan kendaraan pemadam untuk mendekati titik kebakaran.
Saat salah satu truk diarahkan bergerak maju, angin kencang secara tiba-tiba memperbesar kobaran api. Kondisi tersebut menyebabkan asap tebal menutupi pandangan pengemudi. Untuk menghindari risiko kendaraan tersambar api, pengemudi memutuskan terus melaju melewati kepulan asap. Namun, jarak pandang yang terbatas membuatnya tidak mengetahui kondisi jalan di depan.
Truk tersebut kemudian melintasi jembatan darurat buatan masyarakat yang sebelumnya telah mengalami kerusakan. Jembatan itu jebol hingga menyebabkan kendaraan jatuh dan terbalik.
“Jembatannya jebol, sampai truknya jatuh dan terbalik. Kaca depannya pecah dan bodi mobil peyok. Di dalam truk ada dua orang,” ungkap Marwansyah, Selasa (27/10/2026).
Mengetahui kejadian tersebut, Marwansyah bersama anggota tim yang berada di kendaraan lain segera menuju lokasi untuk membantu dua orang yang masih berada di dalam truk. Kondisi di sekitar kendaraan saat itu masih berisiko karena kobaran api berada tidak jauh dari lokasi kecelakaan. Tim kemudian menyemprotkan air secara intensif ke sekitar bodi truk untuk mencegah api menyambar kendaraan.
Setelah kondisi dinilai aman dari ancaman api, kedua orang tersebut berhasil dievakuasi dan segera dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan medis.
Berdasarkan keterangan Marwansyah, hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ada korban yang mengalami cedera fatal maupun patah tulang. Namun, pengemudi mengalami pembengkakan pada bagian tangan akibat tertindih saat kecelakaan.
“Alhamdulillah hasil rontgen dokter tidak ada cedera fatal atau patah tulang, tidak ada korban jiwa. Hanya saja tangan sopir bengkak akibat tertindih dan saat ini butuh waktu untuk beristirahat,” tuturnya.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Sementara itu, pengemudi membutuhkan waktu istirahat untuk memulihkan kondisi tangannya setelah kecelakaan.







