Tradisi Melas Taon kembali dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Paser pada 3–7 November 2026. Selama lima hari, kegiatan ini akan menghadirkan berbagai ritual adat dan pertunjukan kesenian sebagai bagian dari upaya melestarikan warisan budaya masyarakat Paser.
Salah satu rangkaian yang disiapkan adalah prosesi Tambah Kulut dan Belian, dua ritual yang menjadi bagian dari tradisi masyarakat adat Paser. Melas Taon sendiri memiliki makna filosofis sebagai upaya membersihkan diri dan lingkungan dari pengaruh buruk.
Pelaksanaan tahun ini juga berdekatan dengan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur yang akan digelar di Kabupaten Paser. Momentum tersebut diharapkan menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan budaya Paser kepada masyarakat dari berbagai daerah.
Dalam pelaksanaannya, Melas Taon tetap mempertahankan prosesi ritual adat Tambah Kulut yang merupakan bagian sakral dari tradisi masyarakat Paser. Selain ritual adat, panitia juga menyiapkan berbagai pertunjukan kesenian dari sejumlah kelompok masyarakat di Kabupaten Paser, di antaranya IKPAKARTI, KKSS, dan Laung Kuning.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Adat Paser (DPP LAP), Aji Sabri bin Aji Sholihin, menjelaskan bahwa pada awal penyelenggaraannya, kegiatan tersebut masih mengandalkan dukungan masyarakat melalui penggalangan dana dari pintu ke pintu.
Pada penyelenggaraan tahun ini, Melas Taon memiliki momentum tersendiri karena berlangsung menjelang Porprov VIII Kaltim yang dijadwalkan pada November 2026. Sebagai tuan rumah, Kabupaten Paser berpeluang mendapat perhatian dari masyarakat berbagai daerah yang datang untuk mengikuti maupun menyaksikan ajang olahraga tersebut.
Aji Sabri menilai momentum ini dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan tradisi dan kesenian masyarakat Paser secara lebih luas.
“Rangkaian Melas Taon menjadi salah satu langkah awal untuk memperkenalkan budaya kita. Apalagi pada November nanti Kabupaten Paser juga akan menjadi tuan rumah Porprov VIII. Ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan kekayaan budaya Paser kepada masyarakat luas,” katanya.
Menjelang pelaksanaan kegiatan, DPP LAP mulai mematangkan berbagai persiapan setelah pembentukan panitia dilakukan. Saat ini, panitia tengah menyelesaikan kebutuhan administrasi sekaligus membentuk koordinator yang akan bertanggung jawab terhadap setiap rangkaian kegiatan.
“Alhamdulillah, setelah rapat dan pembentukan panitia, progres administrasi sudah mulai berjalan. Kami juga sedang membentuk koordinator-koordinator yang nantinya bergerak dan bekerja untuk menyukseskan agenda Melas Taon,” ujar Aji Sabri, Minggu (11/10/2026).







