Infopaser.id

Di tengah deretan UMKM dan hiburan musik yang meramaikan Car Free Night (CFN) Sadurengas, permainan tradisional Balogo kini ikut mendapat ruang. Olahraga khas Kalimantan tersebut diperkenalkan kepada masyarakat di Kompleks GOR Sadurengas, Tanah Grogot, Jumat (28/8/2026).

Kehadiran Balogo dalam CFN tidak direncanakan hanya sekali. Komunitas pegiat Balogo akan rutin hadir setiap Jumat untuk memperkenalkan permainan tersebut sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin mengenal dan mencobanya secara langsung.

Kabid Olahraga Disporapar Paser Abdi Permana mengatakan, kehadiran komunitas Balogo diharapkan dapat membuat olahraga tradisional tersebut semakin dikenal masyarakat.

“Jadi harapannya warga masyarakat selain berbelanja ataupun di UMKM juga memperlihatkan bagaimana olahraga Balogo khas daripada Kabupaten Paser untuk lebih memasyarakat,” ujar Abdi menjelaskan.

CFN Sadurengas sendiri rutin digelar setiap Jumat mulai pukul 15.00 hingga 22.00 Wita. Program Bidang Ekonomi Kreatif (Ekraf) Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Paser tersebut menjadi ruang bagi pelaku UMKM lokal untuk memasarkan produknya sekaligus menghadirkan hiburan musik dari band-band asal Paser.

Kini keramaian CFN juga dimanfaatkan untuk memberikan ruang bagi olahraga tradisional. Balogo menjadi salah satu yang diperkenalkan kepada masyarakat.

Balogo merupakan permainan tradisional yang berkembang di Pulau Kalimantan, termasuk Kabupaten Paser yang secara geografis berbatasan dengan Provinsi Kalimantan Selatan.

Permainan ini menggunakan alat yang disebut “logo” dan dapat dibuat dari tempurung kelapa, kayu, maupun plastik. Logo dimainkan dengan cara didorong atau dipukul menggunakan alat penyorong untuk mengenai dan merobohkan logo milik lawan. Meski terlihat sederhana, Balogo membutuhkan ketepatan, konsentrasi, dan keterampilan pemain. Permainan tersebut juga menjadi salah satu olahraga masyarakat yang berada di bawah naungan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Paser.

Menurut Abdi meski bukan termasuk olahraga prestasi, Balogo tetap memiliki nilai sebagai aktivitas olahraga masyarakat sekaligus bagian dari budaya yang perlu terus dikenalkan.

“Harapannya kita dengan berolahraga apa pun itu, olahraga prestasi atau olahraga masyarakat, minimal dengan berolahraga kita bisa menyehatkan jiwa dan raganya,” katanya. 

Iklan