Ratusan warga di sejumlah wilayah pesisir Kabupaten Paser menjadi sasaran skrining HIV (Human Immunodeficiency Virus) dan TB (tuberkulosis) yang digelar secara bertahap sejak Agustus 2026. Dari lima lokasi yang telah disasar, sedikitnya 650 warga masuk dalam target pemeriksaan.
Skrining telah dilakukan di Pondong Baru, Harapan Baru, Muara Telake, Kampung Warna Warni, dan Muara Adang. Pemeriksaan masih akan berlanjut ke Desa Pasir Mayang yang dijadwalkan pada 15 Oktober 2026.
Pemeriksaan tersebut dilakukan sebagai bagian dari deteksi dini penyakit menular, terutama di tengah masih tingginya beban kasus TB secara nasional dan potensi penularan HIV pada kelompok berisiko.
Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Balikpapan dr. Bangun Cahyo Utomo, M.Epid mengatakan, Indonesia saat ini berada di peringkat kedua dunia setelah India untuk kasus TB. Jumlah kasus disebut mencapai 969 ribu dengan sekitar 93 ribu kematian per tahun atau setara 11 kematian setiap jam.
“Di sisi lain, tren penularan HIV pada kelompok berisiko di berbagai daerah juga terus menunjukkan potensi kenaikan yang mengkhawatirkan,” kata dr. Bangun Cahyo Utomo, Rabu (30/9/2026).
Di wilayah pesisir Paser, skrining dilakukan secara bertahap dengan jumlah sasaran berbeda di setiap lokasi. Pemeriksaan di Desa Pondong Baru pada 27 Agustus 2026 menargetkan 100 warga.
Skrining kemudian berlanjut ke Desa Harapan Baru pada 8 September dengan target 150 warga. Pemeriksaan dengan target serupa dilakukan di Desa Muara Telake pada 15 September.
Selanjutnya, sebanyak 100 warga menjadi sasaran pemeriksaan di Kampung Warna Warni pada 17 September. Sementara di Desa Muara Adang, skrining pada 24 September menargetkan 150 warga.
Dengan demikian, sedikitnya 650 warga menjadi sasaran pemeriksaan dari lima lokasi tersebut. Rangkaian skrining masih akan berlanjut di Desa Pasir Mayang pada 15 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut melibatkan BKK Kelas I Balikpapan melalui Wilayah Kerja Pelabuhan Tana Paser bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Paser, puskesmas setempat, serta sejumlah perusahaan yang beroperasi di masing-masing wilayah.
Hasil pemeriksaan juga diharapkan memberikan gambaran kondisi kesehatan masyarakat yang dapat digunakan sebagai salah satu data dalam penyusunan program pengendalian penyakit di Kabupaten Paser.
“Langkah ini sekaligus menjadi dorongan nyata dalam mendukung pencapaian target eliminasi TB nasional serta menekan angka kejadian HIV-TB di masyarakat,” katanya.







