Progres Jembatan Busui di Paser Capai 44 Persen, Struktur Utama Mulai Rampung

Pembangunan Jembatan Busui di ruas Kuaro–Batu Aji, Desa Busui, Kecamatan Batu Sopang terus berjalan. Hingga 25 Mei 2026, progres fisik proyek penggantian jembatan tersebut dilaporkan telah mencapai 44,50 persen.
Sejumlah pekerjaan utama pada struktur jembatan mulai menunjukkan perkembangan signifikan, terutama pada bagian bangunan atas dan pondasi.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.2 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur, Muhammad Idris Djafar mengatakan, produksi enam bentang Girder Precast Concrete I-Beam (PCI) untuk bangunan atas telah selesai seluruhnya.
Komponen tersebut memiliki tinggi sekitar 2,1 meter dengan panjang bentang mencapai 42 meter.
Sementara itu, pekerjaan pondasi berupa pengeboran bore pile berdiameter 80 sentimeter dengan kedalaman 15 meter juga telah rampung 100 persen.
“Total terdapat 20 titik pondasi yang diselesaikan, masing-masing 10 titik untuk arah Kuaro dan 10 titik untuk arah Batu Aji,” kata Idris, Rabu (27/5/2026).
Saat ini, pekerjaan di lapangan difokuskan pada proses perakitan pembesian untuk pile cap beton pada struktur bangunan bawah jembatan.
Setelah tahap pengeboran selesai, proyek dilanjutkan dengan pengujian Pile Driving Analyzer (PDA) Test untuk memastikan kekuatan dan daya dukung pondasi sesuai standar perencanaan.
Pengujian tersebut dilakukan setelah beton berumur 14 hingga 21 hari dengan metode pembebanan menggunakan hammer drop weight seberat 2,2 hingga 4,5 ton guna mengukur ketahanan tiang pondasi di bawah tanah.
Apabila seluruh hasil pengujian dinyatakan memenuhi standar, pekerjaan akan dilanjutkan ke tahap pembangunan struktur beton untuk abutmen jembatan.
Sebagai informasi, Jembatan Busui sebelumnya ambruk pada Januari 2025 setelah sebuah truk semen mengalami kecelakaan. Saat ini, akses sementara masih menggunakan Jembatan Bailey yang berada di sisi jembatan lama.






