Infopaser.id

Alokasi Bantuan Keuangan (Bankeu) untuk Kabupaten Paser pada 2026 mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Jika pada 2025 mencapai Rp275 miliar, tahun ini angkanya turun menjadi Rp213 miliar.

Di tengah penurunan anggaran, jumlah proyek pembangunan justru meningkat. Dari 67 proyek pada 2025, kini menjadi 106 proyek yang harus diselesaikan tahun ini. Kondisi ini menjadi perhatian dalam kegiatan monitoring yang dilakukan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kaltim ke Kabupaten Paser, Selasa (14/4).

Anggota Banggar DPRD Kaltim Syahariah Masud mengingatkan agar pengawasan terhadap pelaksanaan proyek diperketat, terutama untuk menghindari keterlambatan dan permasalahan di lapangan.

“Saya beberapa kali kunjungan ke Paser. Ada beberapa pekerjaan bangunan sekolah yang kontraktornya kabur pas masih proses pembangunan,” kata Politisi Partai Golkar itu.

Ia menilai pengawasan penting dilakukan agar proyek, khususnya yang berkaitan dengan fasilitas pendidikan, tidak mengganggu aktivitas belajar mengajar.

Sementara itu, Anggota DPRD Kaltim Baharuddin Muin menyoroti perlunya percepatan proses lelang agar pelaksanaan kegiatan tidak menumpuk di akhir tahun.

“Tolong memaksimalkan anggaran ini. Karena ada bocoran Bankeu 2027 itu 0 rupiah. Termasuk anggaran di Kaltim bisa turun lagi dibanding tahun ini,” kata Baharuddin.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Paser menyatakan bahwa Bankeu masih menjadi salah satu sumber penting dalam mendukung pembangunan daerah. Terutama untuk program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Dengan anggaran yang menurun dan jumlah pekerjaan meningkat, pelaksanaan proyek di Paser tahun ini menghadapi tantangan. Terutama dalam hal efektivitas, pengawasan, dan ketepatan waktu penyelesaian.

Iklan