Konflik antara manusia dan buaya di Paser masih menjadi perhatian. Dalam beberapa waktu terakhir, kemunculan buaya di sejumlah wilayah perairan dinilai cukup meresahkan masyarakat.
Sebagai langkah pencegahan, peringatan mulai dipasang di sejumlah titik yang selama ini dikenal sebagai lokasi kemunculan buaya. Beberapa di antaranya berada di Desa Pesisir Pondong Baru dan Desa Pesisir Pasir Mayang, Kecamatan Kuaro yang memang dikenal sebagai habitat buaya muara.
Kasat Polairud Polres Paser AKP Andi Ferial Junaedy menyampaikan bahwa langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bahaya di wilayah perairan.
“Ini bagian dari edukasi. Kami ingin kesadaran masyarakat meningkat sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya, Senin (4/4/2026).
Dalam imbauan tersebut, masyarakat diminta untuk tidak beraktivitas sendirian di perairan, terutama pada waktu-waktu tertentu yang berpotensi meningkatkan agresivitas buaya. Aktivitas secara berkelompok dinilai lebih aman dalam kondisi tersebut.
Selain itu, kebiasaan membuang sisa makanan atau bangkai ikan ke sungai juga diingatkan untuk dihindari karena dapat memicu kemunculan buaya ke area permukiman.
Berdasarkan pemetaan, sejumlah wilayah di Paser masuk dalam kategori rawan kemunculan buaya. Selain Kecamatan Kuaro, wilayah lain yang perlu diwaspadai meliputi Sungai Telake di Kecamatan Long Kali, Sungai Kandilo di Kecamatan Tanah Grogot dan Paser Belengkong, serta Sungai Lonu di Kecamatan Batu Engau.
Data kejadian juga menunjukkan tren yang perlu diwaspadai. Pada 2024 tercatat enam kasus serangan buaya. Pada tahun berikutnya, dua orang dilaporkan meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka berat. Memasuki awal 2026, kembali muncul laporan kasus serangan di beberapa titik.
“Kami berharap kesadaran kolektif tumbuh. Keselamatan diri harus jadi prioritas utama saat berada di sekitar habitat mereka,” pungkas Andi.







