Infopaser.id

Kabupaten Paser tengah menghadapi krisis tenaga pendidik yang mengancam kelancaran proses belajar mengajar di sejumlah sekolah. 

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Paser resmi mengajukan tambahan 250 guru melalui skema Pegawai Jasa Layanan Perorangan (PJLP) untuk mengatasi kekurangan sekitar 300 tenaga pengajar yang tersebar hampir merata di seluruh kecamatan.

Kepala Disdikbud Kabupaten Paser, M. Yunus Syam, menegaskan bahwa defisit ini mencakup berbagai jenjang pendidikan dan menjadi tantangan serius bagi efektivitas belajar di kelas. 

“Kekurangan hampir terjadi di semua kecamatan. Saat ini kita kekurangan sekitar 300 guru,” ujarnya, Senin (13/7/2026).

Meskipun PJLP dianggap solusi cepat, implementasinya sangat bergantung pada ketersediaan anggaran daerah. Alokasi gaji untuk tenaga PJLP sepenuhnya dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), sehingga pemenuhan kebutuhan guru menghadapi tekanan tambahan dari kebijakan efisiensi anggaran dan pemangkasan Transfer Pusat ke Daerah (TKD).

Yunus menekankan bahwa meskipun 250 guru PJLP diusulkan, jumlah ini masih belum sepenuhnya menutupi kebutuhan. Sebagai langkah jangka panjang, Disdikbud berharap proses seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi guru dapat segera direalisasikan. 

“Memang masih kurang. Untuk CPNS ada penerimaan 90 orang, semoga hal itu bisa cepat penerimaannya,” kata Yunus.

Kondisi ini menjadi peringatan bagi masyarakat dan pihak terkait. Tanpa penambahan tenaga pengajar, kualitas pembelajaran berisiko menurun dan kesempatan generasi muda untuk mendapatkan pendidikan memadai bisa terganggu  

Iklan