Infopaser.id – Kabupaten Paser bersiap memperkenalkan potensi pariwisata dan ekonomi kreatifnya ke tingkat nasional melalui agenda promosi di Yogyakarta. Kota wisata tersebut dipilih sebagai titik awal pengenalan Paser kepada wisatawan luar daerah.
Promosi ini dirancang sebagai langkah strategis untuk membuka akses pasar pariwisata yang lebih luas. Yogyakarta dipilih karena dikenal sebagai pusat pertemuan wisatawan, mahasiswa, dan komunitas kreatif dari berbagai daerah di Indonesia. Selain menjadi tujuan wisata nasional, kota ini juga menjadi ruang interaksi berbagai komunitas kreatif yang dinilai sejalan dengan konsep promosi yang ingin diusung Paser.
Kepala Bidang Kepariwisataan Disporapar Paser, Khairuddin, mengatakan promosi di Yogyakarta tidak hanya menampilkan destinasi wisata. Kegiatan tersebut dikemas dalam satu rangkaian terpadu yang juga mengangkat kebudayaan, UMKM, dan potensi ekonomi kreatif Paser.
Dalam pelaksanaannya, promosi wisata Paser akan melibatkan mahasiswa asal Paser dan Kalimantan Timur yang tengah menempuh pendidikan di kota-kota wisata. Mereka diharapkan tidak hanya hadir sebagai pengunjung, tetapi turut berkontribusi langsung melalui pertunjukan seni, musik, dan aktivitas kreatif lainnya.
Keterlibatan mahasiswa perantauan ini dinilai penting karena mereka dapat menjadi wajah Paser dalam memperkenalkan daerah asalnya melalui pendekatan yang lebih dekat dengan publik, terutama generasi muda dan komunitas kreatif.
Rencana kegiatan promosi juga diarahkan untuk berlangsung di ruang publik strategis yang ramai dikunjungi wisatawan dan mahasiswa. Beberapa lokasi yang direkomendasikan antara lain Teras Malioboro, Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada, serta Taman Budaya Embung Giwangan.
Lokasi-lokasi tersebut dinilai representatif untuk menggelar pameran ekonomi kreatif, diskusi kebudayaan, hingga pertunjukan seni yang dapat menarik perhatian pengunjung.
Terkait waktu pelaksanaan, agenda promosi tersebut belum ditetapkan secara pasti. Namun, terdapat catatan penting bahwa Yogyakarta memiliki jadwal kegiatan yang cukup padat, terutama pada periode Juni hingga Desember. Oleh karena itu, diperlukan koordinasi yang matang agar pelaksanaan promosi tidak berbenturan dengan agenda lain dan dapat berjalan optimal.
Melalui promosi ini, Paser berharap potensi wisata dan ekonomi kreatif daerah tidak hanya dikenal secara visual, tetapi juga dipahami sebagai bagian dari identitas budaya dan kreativitas lokal yang layak bersaing di tingkat nasional. Upaya ini sekaligus menjadi langkah awal untuk membuka peluang promosi lanjutan ke kota-kota wisata lainnya di Indonesia.







