Penanaman mangrove di pesisir Kabupaten Paser kini bukan sekadar menanam, tetapi juga memastikan keberlanjutan ekosistem. Program rehabilitasi ekosistem pesisir yang dijalankan PT Cotrans Asia (Cotrans Asia Mangrove Program/CAMP) memasuki tahun keempat, terus memperluas area tanam sekaligus mengevaluasi keberhasilan pertumbuhan bibit.
Sejak 2023, CAMP menanam ribuan bibit mangrove di Desa Harapan Baru dan Desa Muara Adang. Tahap awal di Harapan Baru mencatat tingkat keberhasilan tumbuh 77,8 persen dari 2.500 bibit. Sementara penanaman di Muara Adang pada 2024 sempat menghadapi tantangan alam, sehingga keberhasilan tumbuh hanya 9,36 persen. Evaluasi dan perbaikan metode penanaman dilakukan, termasuk pemilihan lokasi dan pengawasan lebih intensif.
Pada 2025, program kembali menanam 7 ribu bibit dengan target keberhasilan tumbuh di atas 75 persen. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan, dengan tingkat keberhasilan mencapai 95 persen berkat perbaikan metode dan kolaborasi dengan masyarakat lokal serta instansi terkait.
Memasuki 2026, penanaman mangrove dilanjutkan di Area Tambak Ramah Lingkungan milik perusahaan. Selain itu perusahaan juga menyiapkan pengelolaan kawasan mangrove seluas 35 hektare melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) selama lima tahun, yang akan berlangsung mulai 2027 hingga 2031. Skema ini diharapkan memperkuat rehabilitasi, pemeliharaan, dan pelestarian ekosistem mangrove secara berkelanjutan.
Menurut Direktur Utama PT Cotrans Asia, Surya Aribowo, konsistensi dan evaluasi menjadi kunci agar program memiliki dampak nyata bagi lingkungan pesisir. Pihak perusahaan menekankan pentingnya kerja sama dengan pemerintah dan masyarakat untuk menjaga keberlanjutan rehabilitasi mangrove.
“Program ini melibatkan proses pemantauan dan evaluasi yang ketat guna memastikan efektivitas pemulihan ekosistem di kawasan pesisir Kabupaten Paser,” ujarnya, Senin (20/7).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Paser, Achmad Safari, menilai program selama empat tahun menunjukkan sinergi yang baik antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat desa. Kepala Desa Muara Adang, Kurniansyah juga menyambut positif program ini karena membantu memulihkan desa yang sebelumnya terdampak musibah alam, sekaligus memberikan harapan baru bagi warga.







