Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Kabupaten Paser pada Selasa (4/8/2026). Kebakaran melanda kawasan Desa Simpang Batu dan Desa Lumut, Kecamatan Pasir Belengkong, dengan total lahan terdampak mencapai 13 hektare.
Peristiwa tersebut menjadi salah satu kejadian karhutla yang tercatat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Kalimantan Timur pada 3–4 Agustus 2026. Selain Paser, kejadian serupa juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Berau dan Kota Bontang.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, kebakaran di Paser menghanguskan kawasan yang didominasi semak belukar. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan akibat kejadian tersebut.
“Kejadian ini mengakibatkan kerugian materiil berupa 13 hektare lahan semak belukar terbakar, tanpa ada korban jiwa,” jelas Abdul dalam keterangan resmi, pada Rabu, 5 Agustus 2026.
Karhutla di Paser terjadi bersamaan dengan sejumlah kebakaran lahan lainnya di Kalimantan Timur. Di Desa Tumbit Dayak, Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau, kebakaran diperkirakan menghanguskan lahan seluas dua hektare.
Penyebab kebakaran di Berau belum diketahui. Namun, kondisi cuaca panas dan angin kencang diduga turut memicu kejadian tersebut.
“Lahan yang terbakar diperkirakan seluas dua hektare,” tambah Abdul
Karhutla juga dilaporkan terjadi di kawasan Jalan Letjen Urip Sumoharjo, tepatnya di belakang Perumahan KORPRI Blok B, Desa Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan, Kota Bontang. Kebakaran di wilayah tersebut menghanguskan lahan seluas 3,31 hektare.
Proses pemadaman di Bontang sempat terkendala jarak menuju titik kebakaran sehingga selang air tidak dapat menjangkau api secara langsung. Namun, kebakaran akhirnya berhasil ditangani.
“Api di lokasi ini telah padam dan situasi dinyatakan aman terkendali,” kata Abdul.
BPBD Kabupaten Paser bersama petugas gabungan melakukan penanganan di lokasi kebakaran. Api kemudian dilaporkan berhasil dipadamkan pada Selasa sore.







