Ratusan calon jamaah haji asal Kabupaten Paser mulai menjalani tahapan persiapan menjelang keberangkatan ke Tanah Suci. Salah satu proses yang dijalani adalah vaksinasi meningitis dan poliomielitis yang dilaksanakan di Kantor Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Rabu (1/4/2026).
Sebanyak 355 calon jamaah yang tergabung dalam kloter pertama menjadi prioritas dalam pelaksanaan vaksinasi yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari.
Kepala Kantor PHU Paser, Abdurrahman, menjelaskan bahwa vaksinasi ini menjadi bagian penting dalam persiapan keberangkatan jamaah, sekaligus sebagai langkah pencegahan terhadap penyakit menular.
“Calon haji kloter pertama masuk embarkasi Balikpapan pada 29 April. Mengenai waktu atau teknis keberangkatannya akan dibahas dalam rapat pemerintah daerah pada 13 April nanti,” kata Abdurrahman, Rabu 1 April 2026.
Selain sebagai upaya pencegahan, vaksinasi juga menjadi syarat wajib yang harus dipenuhi oleh seluruh calon jamaah sebelum berangkat.
“Vaksinasi ini diwajibkan untuk calon haji sebelum keberangkatan. Karena kesehatan adalah hal penting demi kelancaran ibadah haji,” ujarnya.
Secara keseluruhan, jumlah calon jamaah haji asal Paser yang telah melunasi tercatat sebanyak 547 orang dari total kuota 604 orang. Para jamaah tersebut akan diberangkatkan dalam tiga kloter, yakni 355 orang pada kloter pertama, 34 orang pada kloter kedua dan 157 orang pada kloter ketiga.
“Kuota haji di Paser sebanyak 604 orang. Sementara yang melunasi terdapat 547 orang. Nah itu terbagi menjadi 3 kloter atau 3 kali berangkat,” tuturnya.
Di tengah isu konflik di Timur Tengah yang sempat menjadi perhatian, pihak PHU memastikan bahwa hal tersebut tidak memengaruhi jadwal keberangkatan jamaah.
“Pemerintah sudah mengecek situasi dengan kepastian dari Arab Saudi tetap melaksanakan haji tahun ini,” jelas Abdurrahman.
Meski demikian, terdapat kemungkinan penyesuaian pada rute penerbangan guna memastikan perjalanan yang lebih aman bagi jamaah.







