Pura Pertiwi Agung Kaharingan Berdiri Megah di Paser, Simbol Toleransi dan Kebersamaan Umat

Infopaser.id – Kabupaten Paser kini memiliki rumah ibadah baru bagi umat Hindu, yakni Pura Pertiwi Agung Kaharingan yang berdiri megah di Desa Jone, Kecamatan Tanah Grogot.
Peresmian pura tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Paser dr. Fahmi Fadli pada Rabu (5/11/2025).
Dalam sambutannya, Fahmi menyebut pembangunan pura ini sebagai wujud nyata semangat kebersamaan dan gotong royong di tengah masyarakat Paser yang majemuk.
“Pura ini bukan hanya tempat beribadah, tetapi juga menjadi bagian dari kekayaan budaya dan simbol toleransi di Kabupaten Paser,” ujarnya.
Suasana khas Bali terasa kental di area pura. Fahmi menyampaikan apresiasi kepada umat Hindu yang telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial dan kebudayaan di Bumi Daya Taka.
“Umat Hindu telah memberi kontribusi besar dalam menjaga kerukunan antar umat beragama serta memberi warna dalam perjalanan Paser yang akan berusia 66 tahun Desember mendatang,” tutur Fahmi.
Ia menambahkan masyarakat asli Paser yang beragama Hindu, khususnya di Desa Tanjung Pinang, Kecamatan Muara Samu selama ini juga mendapatkan pembinaan dan dukungan spiritual dari masyarakat Hindu asal Bali.
“Semoga keberagaman budaya dan keagamaan di Paser semakin memperkokoh semangat persaudaraan di antara seluruh umat beragama,” lanjutnya.
Pembangunan Pura Pertiwi Agung Kaharingan menelan total anggaran sekitar Rp3,1 miliar yang berasal dari berbagai sumber. Dana aspirasi DPRD Paser senilai Rp700 juta digunakan untuk pembangunan utama, sementara tanah seluas 5.626 meter persegi merupakan hibah dari Pemkab Paser dengan nilai Rp579 juta. Dukungan besar juga datang dari Pemerintah Kabupaten Badung, Bali yang turut menyumbang Rp2,9 miliar.






