Infopaser.id

Kecamatan Long Kali memiliki potensi besar untuk memperkuat sektor pangan Kabupaten Paser. Produksi padi sawah di wilayah tersebut tercatat mencapai lebih dari 10 ribu ton per tahun, ditambah hasil perikanan tangkap dan tambak yang melampaui 30 ribu ton per tahun.

Besarnya produksi tersebut membuat potensi pangan Long Kali tidak hanya bertumpu pada sektor pertanian. Wilayah ini juga menghasilkan komoditas perikanan, buah-buahan lokal, hingga hortikultura yang dapat menjadi bagian dari sumber pangan masyarakat.

Penggerak Pemuda Paser Al Ihwan Fauzi mengatakan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Paser, Long Kali merupakan kecamatan terluas sekaligus memiliki potensi agro-bahari yang besar.

“Menyumbang produksi padi sawah lebih dari 10 ribu ton per tahun, serta akumulasi hasil perikanan tangkap dan tambak yang melebihi 3 ribu ton per tahun, di luar melimpahnya panen buah-buahan lokal dan hortikultura,” kata Al Ihwan Fauzi, Jumat (28/8/2026).

Potensi tersebut menjadi semakin strategis seiring posisi Kabupaten Paser sebagai salah satu daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Kebutuhan pangan dan logistik kawasan IKN membuka peluang bagi daerah penghasil pangan di Kalimantan Timur untuk memperkuat produksi sekaligus memperluas pasar.

Namun, besarnya produksi belum menjadi satu-satunya tantangan. Hasil pertanian dan perikanan juga perlu dikembangkan agar tidak hanya dipasarkan sebagai komoditas mentah yang rentan mengalami penurunan harga ketika produksi meningkat saat musim panen.

“Kekayaan hasil tani dan tangkapan nelayan di Long Kali adalah aset luar biasa bagi Kabupaten Paser. Namun, potensi ini tidak boleh berhenti hanya sebagai komoditas mentah yang rentan mengalami penurunan harga saat panen raya. Pemuda Paser harus mengambil peran sebagai pemicu perubahan (catalyst) untuk mendorong hilirisasi pasca panen berbasis ekonomi sirkular,” tuturnya.

Hilirisasi dapat menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian dan perikanan. Pengolahan produk, pemenuhan standar mutu, hingga perluasan akses distribusi dapat membuka peluang agar komoditas lokal menjangkau pasar yang lebih luas. 

Iklan