Infopaser.id

Kepastian pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur 2026 di Paser mulai menemui titik terang. Dalam rapat koordinasi yang dihadiri Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga serta Ketua KONI kabupaten/kota se-Kaltim, disepakati bahwa ajang tersebut akan digelar pada November 2026.

Kesepakatan ini sekaligus menjawab wacana penundaan yang sebelumnya sempat mengemuka. Namun, terdapat sejumlah catatan strategis yang disepakati bersama guna menjaga efisiensi dan kelancaran pelaksanaan.

Beberapa di antaranya adalah pengurangan nomor pertandingan serta penerapan skala prioritas atlet. Daerah juga disarankan tidak mengirim atlet secara masif, melainkan lebih memprioritaskan atlet yang berpotensi meraih prestasi.

Selain itu, tidak seluruh cabang olahraga akan dipusatkan di Paser. Setidaknya lima cabang olahraga akan digelar di luar daerah, yakni layar, golf, squash, rugbi, dan bowling.

Plt Kepala Dispora Kaltim, Muhammad Faisal, menjelaskan bahwa penundaan pelaksanaan ke tahun 2027 dinilai berisiko terhadap manajemen anggaran serta konsentrasi atlet.

“Pada 2027 kita banyak agenda, seperti Babak Kualifikasi (BK) PON, Popda di Bontang, Popnas dan kita juga menjadi tuan rumah Sukan Borneo yang berskala internasional,” kata Faisal dalam rapat koordinasi Porprov di Tanah Grogot.

Untuk mengurangi beban tuan rumah sekaligus menekan biaya operasional kontingen, Dispora Kaltim mengusulkan skema distribusi cabang olahraga. Sejumlah pertandingan akan digelar di daerah penyangga seperti Balikpapan, Samarinda dan wilayah lain yang memiliki fasilitas memadai.

Langkah ini diharapkan mampu menjaga standar fasilitas pertandingan tanpa harus membangun infrastruktur baru dalam waktu singkat. 

Iklan