Infopaser.id

Infopaser.id – Menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim 2026, arah pengembangan ekonomi kreatif (ekraf) di Kabupaten Paser mulai dievaluasi agar berdampak langsung terhadap pergerakan ekonomi daerah. Salah satu fokus yang mengemuka adalah keterkaitan ekraf dengan pengembangan sport tourism.

Sport tourism dipandang sebagai peluang untuk menggerakkan berbagai sektor pendukung, mulai dari kuliner, kriya, hingga jasa kreatif, selama dan setelah perhelatan event olahraga berlangsung. Namun tanpa arah kebijakan yang jelas, potensi tersebut berisiko tidak termanfaatkan secara optimal.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Paser, Romif Erwinadi, menyebutkan bahwa pemusatan arah pengembangan diperlukan agar sumber daya dan anggaran tidak berjalan terpisah. Menurutnya, penguatan sport tourism perlu dibarengi perencanaan yang matang agar dampak ekonomi tidak berhenti pada momentum acara semata.

“Kalau tidak difokuskan, anggaran akan terpecah. Karena itu, seluruh potensi perlu diarahkan untuk mendukung sport tourism,” ujar Romif, Senin (22/12/2025).

Untuk mengawal penyesuaian tersebut, Pemkab Paser menggandeng akademisi dari Universitas Mulawarman (Unmul). Keterlibatan pihak kampus diharapkan dapat memberi pandangan objektif sekaligus mengaktifkan kembali peran Komite Ekonomi Kreatif Paser yang sebelumnya belum berjalan optimal.

Romif menilai posisi Paser sebagai tuan rumah Porprov Kaltim 2026 menjadi momentum penting, namun juga menuntut kesiapan yang matang. Menurutnya ajang olahraga besar tidak hanya soal penyelenggaraan pertandingan, tetapi juga bagaimana dampak ekonominya dapat dirasakan oleh pelaku usaha lokal.

Seiring berakhirnya rencana induk ekonomi kreatif nasional pada 2025, roadmap ekraf Paser untuk 2026 akan disesuaikan. Salah satu poin yang ditekankan adalah perlunya pengukuran dampak ekonomi secara jelas, terutama dalam konteks transisi ekonomi daerah pascatambang.

Pengukuran tersebut diharapkan dapat memastikan pengembangan ekraf tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, berdaya saing, dan inklusif bagi masyarakat Paser.

Iklan