Infopaser.id

Kabupaten Paser terus memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah penyangga pangan di Kalimantan Timur. Kesiapan tersebut ditopang oleh ketersediaan stok bahan pokok serta rencana pengembangan sektor pertanian, termasuk cetak sawah seluas 4 ribu hektare pada 2026.

Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Setkab Paser Amiruddin Ahmad menegaskan, ketahanan pangan menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung arah pembangunan daerah. Oleh karena itu, ketersediaan bahan pokok di Paser saat ini dipastikan dalam kondisi aman.

“Stok beras medium mencapai 1,3 juta kilogram. Beras premium 38 ribu kilogram, dengan tambahan 30 ribu kilogram masih dalam perjalanan,” ujarnya pada Selasa (31/3/2026).

Selain beras, sejumlah komoditas lain juga tercatat dalam kondisi mencukupi. Stok gula pasir mencapai 13 ribu kilogram, minyak goreng 91 ribu liter dengan tambahan 122 ribu liter dalam proses distribusi, serta daging sapi sebanyak 3.500 kilogram.

Penyaluran bantuan pangan juga dilakukan di sejumlah wilayah di Paser dengan total 458 ribu kilogram beras dan 91 ribu liter minyak goreng. Bantuan tersebut menyasar 22.913 keluarga penerima manfaat (KPM) yang tersebar di 10 kecamatan.

Dalam pelaksanaannya, akurasi data penerima menjadi perhatian agar bantuan benar-benar tepat sasaran.

“Jangan lagi ada bantuan karena kedekatan. Pastikan yang menerima benar-benar warga yang membutuhkan,” tegas Amiruddin.

Selain memenuhi kebutuhan dalam daerah, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas harga pangan. Upaya tersebut dilakukan seiring meningkatnya peran Paser dalam sektor pertanian dan distribusi pangan. Di saat yang sama, Paser terus memperkuat posisinya sebagai daerah penyangga kebutuhan pangan, baik untuk Kalimantan Timur maupun Kalimantan Selatan.

Iklan