Infopaser.id

Miris! Bocah 5 Tahun Diduga Jadi Korban Kekerasan Ayah Kandung hingga Luka Memar 

Seorang anak berusia lima tahun menjadi korban kekerasan ayah kandungnya hingga luka memar setelah berpisah dengan ibu nya.

Infopaser.id – Seorang anak perempuan berusia lima tahun berinisial A diduga menjadi korban kekerasan oleh ayah kandungnya, R (28) di Banjarmasin Barat, Kalimantan Selatan. Setelah bercerai dengan ibu A, R tinggal bersama korban. 

Kasatreskrim Polresta Banjarmasin, AKP Eru Alsepa, melalui Kanit PPA, Ipda Partogi Hutahean, mengatakan, kasus ini terungkap saat seorang tetangga membeli barang kebutuhan sehari-hari ke rumah yang ditinggali R pada 14 Juni 2025. Pada saat itu tetangga tersebut tidak sengaja melihat korban dalam kondisi lemas dan lusuh di sebuah ruangan yang tampak seperti gudang di rumah tersebut. 

Saksi sempat berbicara dengan A untuk memastikan kondisinya. Melihat keadaannya yang memprihatinkan, ia kemudian memutuskan membawa A keluar secara diam-diam. Saat dibawa A berjalan pincang, wajahnya penuh memar dan tubuhnya tampak kotor. Setelah ditanya lebih detail, ternyata korban telah dikurung di dalam gudang itu selama lima hari.

“Setelah sampai rumahnya, tetangga ini membersihkan tubuh A, mengganti pakaiannya dan memberinya makan. Kemudian mengunggah foto korban di akun media sosial pribadinya untuk diinformasikan ke publik dengan harapan bisa menemukan keluarga korban,” ujarnya, Minggu (15/6/2025).

Unggahan tetangga tersebut di media sosial akhirnya sampai ke ibu kandung A berinisial M. Sang ibu pun mendatangi Unit PPA Satreskrim Polresta Banjarmasin pada Sabtu malam, 14 Juni 2025 untuk melaporkan kejadian yang dialami putrinya.

M mengaku sudah kehilangan kontak dengan anaknya sejak bercerai dari R. Saat itu, usia A baru 1 tahun 9 bulan dan diasuh langsung oleh ayahnya. Namun sejak saat itu, komunikasi mereka terputus karena nomor telepon R tidak lagi aktif.

Setelah bertemu kembali dengan ibunya, A mengaku sering mendapat perlakuan kasar dari sang ayah. Ia menyebut dirinya kerap dipukul dan dibanting. Selain wajahnya yang memar dan bengkak, A juga mengeluhkan rasa sakit pada bagian intim tubuhnya.

Polisi menyatakan bahwa kasus ini masih dalam tahap penyelidikan dan saat ini menunggu hasil visum. Dari pemeriksaan awal, ditemukan bekas lebam dan pembengkakan di wajah korban yang diduga akibat kekerasan.

Hingga kini penyidik baru memeriksa korban. Pemeriksaan terhadap saksi lain, termasuk tetangga yang pertama kali menemukan A akan segera dilakukan. Ayah korban R yang diduga sebagai pelaku juga dijadwalkan untuk dimintai keterangan.
——-

Iklan