Hilirisasi Berhasil, Rumput Laut Maruat dan Muara Telake Kini Jadi Produk Unggulan Paser

Potensi rumput laut tambak jenis Gracilaria di Desa Maruat dan Desa Muara Telake, Kecamatan Long Kali mulai berkembang ke tahap pengolahan produk bernilai tambah. Jika sebelumnya hasil panen hanya dijual dalam bentuk mentah ke luar daerah, kini warga setempat telah memproduksi berbagai jenis olahan rumput laut.
Pengembangan tersebut merupakan hasil pendampingan yang dilakukan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Paser sejak 2025. Memasuki 2026, produk olahan rumput laut mulai dipasarkan dalam berbagai bentuk, mulai dari makanan ringan hingga produk kesehatan dan kecantikan.
Jenis produk yang dihasilkan warga cukup beragam. Untuk sektor kuliner, warga memproduksi keripik, kerupuk, amplang, stik rumput laut, dodol, sirup, selai, hingga ice cream dan adonan donat. Selain itu, terdapat pula produk kesehatan dan kecantikan seperti masker wajah, jamu, serta minuman herbal.
Kepala Disnakertrans Paser, Rizky Noviar, mengatakan pengembangan hilirisasi dilakukan agar nilai ekonomi rumput laut tidak hanya berhenti di penjualan bahan mentah.
Menurutnya, potensi rumput laut tambak di Paser cukup besar dan menjadi salah satu yang menonjol di Kalimantan Timur.
Meski produksi mulai berjalan, para perajin masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait legalitas produk dan perluasan pasar.
“Kendala saat ini mereka belum bisa memasarkan secara luas karena belum memiliki sertifikat Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). Kami berharap dinas terkait bisa membantu proses ini,” kata Kepala Desa Muara Telake, Hasanuddin.
Sementara itu, Kepala Desa Maruat Syahrudin menyebut di wilayahnya terdapat sekitar 14 varian produk olahan rumput laut yang dibuat oleh warga. Beberapa produk bahkan disebut pernah meraih penghargaan pada lomba produk unggulan tingkat provinsi.
Namun saat ini, penjualan produk masih terbatas di gerai desa dan belum menjangkau pasar yang lebih luas.
Dengan berkembangnya hilirisasi rumput laut tersebut, warga berharap produk olahan dari Desa Maruat dan Muara Telake dapat semakin dikenal sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat di wilayah pesisir Paser.






