Infopaser.id

Prestasi membanggakan datang dari Fawwaz Musaffa, pemuda 19 tahun asal Desa Tapis, Kecamatan Tanah Grogot. Ia berhasil memimpin proyek CyberSecurity Malaysia (CSM) dalam mengembangkan dua aplikasi penting di bidang edukasi dan keamanan digital, yaitu Portal Edukasi Cyberawareness dan Anvus.

Portal Edukasi Cyberawareness merupakan aplikasi pembelajaran yang menjelaskan berbagai ancaman siber dan cara melindungi diri di dunia maya. Sementara Anvus adalah sistem keamanan yang telah digunakan secara luas di Malaysia untuk mendeteksi malware, celah keamanan, dan aktivitas mencurigakan pada website.

Atas kontribusi tersebut, Fawwaz menerima penghargaan International Battle of Hackers (IBOH) 2025 yang diserahkan langsung oleh CEO CSM, Dato’ Ts Dr Haji Amirudin Abdul Wahab, pada 7 November 2025 di Malaysia. IBOH tahun ini menjadi agenda internasional pertama yang diselenggarakan Asia Pacific University of Technology and Innovation (APU) melalui School of Technology (SoT).

“Komunitas ZeroSecID yang saya bangun sudah berkontribusi hingga Malaysia,” ujar Fawwaz pada Senin (1/12/2025).

Mahasiswa semester dua APU itu menjelaskan, Anvus Project merupakan inovasi dari komunitas ZeroSec Indonesia (ZeroSecID) yang ia pimpin. Sistem ini mampu memindai malware, mendeteksi backdoor, injeksi script, perubahan file mencurigakan, hingga konfigurasi rentan. 

Dengan kombinasi analisis signature, heuristic, dan deteksi anomali berbasis AI, Anvus mampu memberi peringatan dini sebelum terjadi kebocoran data atau kerusakan sistem.

Berkat efektivitasnya, Anvus kini sedang dijajaki untuk diimplementasikan oleh berbagai instansi di Indonesia, termasuk Diskominfo se-Indonesia, DKISP Paser, Polri, Pemkot Tangerang Selatan, hingga Pemerintah Daerah Yogyakarta. Di Malaysia, Anvus telah digunakan oleh 50 industri sebagai solusi keamanan website.

“Ke depannya Anvus akan digunakan di beberapa perusahaan dan instansi pemerintah di Indonesia,” kata Fawwaz. 

Iklan