Upaya melestarikan olahraga tradisional khas Kalimantan terus dilakukan Pengurus Cabang (Pengcab) Gabungan Olahraga Balogo Indonesia (GOBI) Paser. Salah satunya melalui penyelenggaraan kompetisi Balogo Kering yang digelar di lantai 3 Kandilo Plaza, Tanah Grogot akhir pekan lalu.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang pertandingan, tetapi juga wadah silaturahmi bagi para pegiat balogo dari berbagai generasi. Mulai dari anak-anak hingga lanjut usia turut ambil bagian dalam kompetisi yang diikuti sekitar 30 peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Paser.
Peserta datang dari sejumlah daerah seperti Long Kali, Long Pinang, Lempesu, hingga Damit. Ketua Pengcab GOBI Paser, Amriyan menyatakan kegiatan tersebut bertujuan mempererat hubungan antar pegiat sekaligus menjaga eksistensi olahraga tradisional di tengah perkembangan zaman.
“Kegiatan hari ini dalam rangka mempererat silaturahmi, khususnya untuk para penggiat balogo,” ujarnya, Rabu (17/6/2026).
Menariknya, kompetisi yang semula diperkirakan berlangsung selama dua hari berhasil diselesaikan dalam satu hari. Hal tersebut menunjukkan antusiasme peserta yang tinggi serta kelancaran jalannya pertandingan.
Menurut Amriyan, penyelenggaraan kegiatan didukung dari biaya pendaftaran peserta dan kontribusi sponsor. Ia menjelaskan, balogo merupakan permainan tradisional masyarakat Kalimantan yang dimainkan menggunakan logo atau kepingan khusus yang diarahkan untuk mengenai sasaran tertentu. Permainan ini dapat dimainkan secara individu maupun beregu di lapangan datar.
Balogo sendiri memiliki beberapa jenis permainan yang berkembang di masyarakat, yakni balogo kering, balogo dempul, dan balogo ambal. Masing-masing memiliki karakteristik serta arena permainan yang berbeda.
Selama ini, olahraga tradisional tersebut juga kerap dilibatkan dalam berbagai kegiatan budaya dan perlombaan di Kabupaten Paser. Jenis permainan yang dipertandingkan biasanya disesuaikan dengan konsep acara yang digelar.
Melalui kompetisi ini, GOBI Paser berharap balogo tidak hanya menjadi warisan budaya yang dikenang generasi terdahulu, tetapi juga semakin dikenal dan diminati oleh kalangan muda.







