Infopaser.id

Perkembangan usaha kafe, kedai kopi, dan angkringan di Kabupaten Paser turut mendorong kebutuhan tenaga kerja yang memiliki keterampilan di bidang kuliner. Salah satunya profesi barista yang semakin diminati kalangan anak muda. 

Di tengah tren tersebut, sebanyak 30 peserta mengikuti pelatihan dan sertifikasi profesi barista yang berlangsung selama tiga hari di Ballroom Knufa Coffee, Kabupaten Paser.

Para peserta sebelumnya telah melalui proses seleksi dari total 66 pendaftar. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Paser dengan melibatkan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Parsi dari Yogyakarta.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Disporapar Paser, Khairuddin, menjelaskan bahwa keterampilan barista selama ini mayoritas dipelajari secara otodidak.

Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian dalam peningkatan kompetensi tenaga kerja, terutama bagi masyarakat yang ingin menekuni profesi barista secara profesional.

Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan pembekalan materi selama dua hari dari narasumber LSP Parsi. Selanjutnya, pada hari ketiga, peserta menjalani uji kompetensi atau asesmen sebagai bagian dari proses sertifikasi profesi.

Kepala Disporapar Kabupaten Paser, Kurniawan mengatakan bahwa pelatihan tersebut berkaitan dengan perkembangan usaha kuliner, terutama kafe dan kedai kopi yang semakin banyak diminati masyarakat di Paser.

Menurutnya, keterampilan barista perlu ditingkatkan agar masyarakat memiliki bekal untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.

“Saat ini sedang tren pertumbuhan UMKM seperti kafe di Paser. Karena itu, kompetensi barista perlu ditingkatkan agar membekali masyarakat dengan keterampilan untuk memasuki dunia kerja maupun membuka usaha mandiri,” kata Kurniawan, Rabu (21/10/2026).

Melalui pelatihan dan proses sertifikasi tersebut, peserta diharapkan dapat meningkatkan kemampuan serta memiliki bekal keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan usaha kafe dan kedai kopi.

Kegiatan ini juga dapat mendukung kesiapan tenaga kerja lokal dalam menghadapi perkembangan usaha kuliner dan sektor ekonomi kreatif di Kabupaten Paser. 

Iklan