Pengembangan Wisata Riam Batu Padas di Desa Saing Prupuk, Kecamatan Batu Engau, Paser, mulai dibarengi dengan penguatan usaha masyarakat lokal. Sekitar 20 pelaku UMKM mendapat pendampingan untuk meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperluas pemasaran produk mereka.
Upaya tersebut menjadi bagian dari program Desa Berdaya Saing Prupuk yang dijalankan PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT) melalui Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Timur 1 (UPP KLT 1).
Sepanjang Mei hingga Juli 2026, sekitar 20 pelaku UMKM mengikuti rangkaian pelatihan. Mereka merupakan pelaku usaha yang menghasilkan berbagai produk lokal, mulai dari ecoprint, jahe merah, madu kelulut hingga olahan pangan.
Pendampingan tidak hanya menyasar proses produksi. Pelaku UMKM juga mendapat pelatihan mengenai identitas dan branding usaha, fotografi produk menggunakan smartphone, hingga pembuatan konten promosi digital untuk memperluas jangkauan pasar.
Pada saat yang sama, kawasan Wisata Riam Batu Padas juga mulai dibenahi. Sejak Juni 2026, pengembangan dilakukan melalui pembangunan jalan beton untuk akses menuju kawasan wisata, area parkir, portal keamanan, papan himbauan, fasilitas kebersihan hingga gerbang utama.
Pengembangan UMKM dan kawasan wisata tersebut diarahkan agar dapat saling mendukung. Produk yang dihasilkan masyarakat Desa Saing Prupuk diharapkan tidak hanya dipasarkan secara mandiri, tetapi juga dapat berkembang menjadi bagian dari aktivitas ekonomi di sekitar Riam Batu Padas.
Senior Manager Perizinan, Pertanahan, dan Komunikasi PLN UIP KLT, Raditya Kuntoro, mengatakan pengembangan kedua sektor tersebut dirancang dalam satu ekosistem ekonomi desa.
“Kami melihat potensi UMKM lokal dan Wisata Riam Batu Padas dapat dikembangkan dalam satu ekosistem yang saling menguatkan. Ketika UMKM semakin berkembang dan potensi wisata semakin dikenal, kami berharap peluang ekonomi bagi masyarakat juga semakin terbuka,” ujar Raditya.
Program di Desa Saing Prupuk sendiri telah berjalan secara bertahap sejak 2024. Pada tahap awal, program menyasar penyediaan fasilitas air bersih. Pengembangan kemudian dilanjutkan pada 2025 melalui penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan pemetaan potensi wisata.
Memasuki tahun ketiga pada 2026, fokus program diperluas pada pengembangan Riam Batu Padas dan peningkatan kapasitas UMKM. Penguatan dua sektor tersebut diarahkan agar aktivitas wisata tidak berdiri sendiri, tetapi turut menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat Desa Saing Prupuk.







