Infopaser.id

Pertemuan kembali dengan teman lama di media sosial ternyata tak selalu berakhir menjadi ajang nostalgia. Di Kabupaten Paser, komunikasi yang bermula dari Facebook justru kerap berujung pada konflik rumah tangga hingga laporan ke kepolisian.

Fenomena tersebut diungkapkan Perwira Samapta Polres Paser, Ipda Indrawan Krisdianto. Menurutnya, dugaan perselingkuhan menjadi salah satu persoalan yang cukup sering dilaporkan masyarakat ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Paser.

Indrawan menjelaskan, banyak kasus bermula ketika seseorang kembali berkomunikasi dengan teman lama melalui media sosial. Percakapan yang awalnya hanya sebatas saling menyapa kemudian berkembang menjadi komunikasi pribadi hingga memicu keretakan dalam rumah tangga.

“Kasus perselingkuhan menjadi salah satu laporan yang cukup sering masuk. Meski sempat memanas hingga dilaporkan ke polisi, mayoritas pasangan yang dipanggil akhirnya memilih berdamai setelah dimediasi,” ujarnya, Selasa (21/7).

Dalam sejumlah kasus, pihaknya terus berupaya mempertemukan kedua belah pihak untuk mencari penyelesaian secara kekeluargaan. Sebagian pasangan memilih berdamai dan memperbaiki hubungan, sementara sebagian lainnya tetap melanjutkan persoalan melalui jalur hukum.

Melihat fenomena tersebut, Indrawan mengingatkan masyarakat agar lebih bijak menggunakan media sosial. Menurutnya, komunikasi yang berawal dari dunia maya dapat berdampak pada kehidupan rumah tangga apabila tidak dijaga dengan baik.

“Jangan sampai nostalgia dengan cinta lama atau teman sekolah justru merusak rumah tangga yang sedang dijalani,” pesannya.

Ia juga menyoroti pentingnya menjaga komunikasi dalam hubungan jarak jauh, termasuk bagi pasangan pekerja yang harus berpisah karena tuntutan pekerjaan. Menurutnya, komunikasi yang terbuka dan saling percaya menjadi salah satu upaya untuk menjaga keharmonisan rumah tangga sekaligus mencegah munculnya pihak ketiga.

Iklan