Infopaser.id

Di tengah perkembangan wilayah, terdapat sejumlah desa terpencil di Kabupaten Paser yang belum sepenuhnya menikmati akses listrik. Keterbatasan jaringan dan kondisi geografis membuat sebagian wilayah tersebut masih sulit dijangkau infrastruktur kelistrikan. 

Namun harapan akses listrik bagi sejumlah desa terpencil tersebut kini mulai terbuka. Wilayah yang selama ini belum terjangkau jaringan listrik direncanakan akan mulai dilayani melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pada 2027 mendatang. Pemanfaatan energi surya dipilih sebagai solusi untuk wilayah yang sulit dijangkau jaringan listrik konvensional, terutama karena kondisi geografis dan keterbatasan infrastruktur.

Manajer PLN ULP Tanah Grogot, Raka Gandhi, menyebut saat ini masih terdapat enam desa di Paser yang belum teraliri listrik. Desa-desa tersebut tersebar di beberapa kecamatan, yakni Desa Rantau Layung dan Rantau Buta di Kecamatan Batu Sopang, Desa Selengot dan Labuangkallo di Kecamatan Tanjung Harapan, Desa Kepala Telake di Kecamatan Long Ikis, serta Desa Harapan Baru di Kecamatan Kuaro.

“Kondisi geografis dan keterbatasan infrastruktur menjadi tantangan utama. Untuk wilayah yang sulit dijangkau jaringan konvensional, kami prioritaskan menggunakan PLTS yang ditargetkan mulai dikerjakan pada 2027,” kata Raka, Rabu (11/3/2026).

Selain melalui pembangkit tenaga surya, perluasan jaringan listrik konvensional juga direncanakan dilakukan secara bertahap pada tahun-tahun berikutnya di sejumlah wilayah lain.

Akses listrik dinilai menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat di wilayah terpencil karena berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi, pendidikan, serta layanan dasar masyarakat.

Dengan adanya rencana pemanfaatan energi surya ini, diharapkan sejumlah desa yang selama ini belum terjangkau listrik dapat mulai menikmati akses energi secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan.   

Iklan