Infopaser.id

Infopaser.id – Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur yang dijadwalkan berlangsung akhir 2026 di Kabupaten Paser terancam mundur ke tahun 2027.

Wacana pengunduran ini mengemuka dalam rapat koordinasi Dispora se-Kalimantan Timur setelah dibahas berbagai kendala teknis penyelenggaraan. Salah satu persoalan utama adalah belum terakomodasinya anggaran Porprov VIII dalam APBD murni Provinsi Kaltim 2026, disertai kesiapan anggaran kontingen yang belum merata di kabupaten/kota. 

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Paser, Kurniawan, menyampaikan bahwa anggaran Porprov VIII belum terakomodasi dalam APBD murni Provinsi Kaltim tahun 2026.

“Anggaran Porprov VIII belum terakomodir di APBD murni Provinsi Kaltim tahun 2026,” kata Kurniawan, Senin (2/3/2026).

Selain itu, sebagian besar kabupaten/kota di Kaltim juga belum menganggarkan biaya keberangkatan kontingen dalam APBD masing-masing. Beberapa daerah yang sudah mengalokasikan dana pun dinilai belum maksimal, sehingga berpotensi membatasi jumlah atlet yang dapat dikirim.

Jika pelaksanaan tetap dipaksakan pada 2026 melalui APBD Perubahan, terdapat sejumlah risiko. Selain waktu penyusunan laporan pertanggungjawaban (LPJ) yang sangat singkat, besaran anggaran diperkirakan tidak akan mencukupi seluruh kebutuhan penyelenggaraan.

“Jika tetap dilaksanakan pada tahun 2026 ini di APBD Perubahan ada risiko besar. Selain waktu pengerjaan laporan pertanggungjawaban (LPJ) yang sangat singkat (kurang lebih satu bulan), besaran anggaran dipastikan tidak akan mampu mencukupi seluruh kebutuhan penyelenggaraan,” terangnya.

Meski demikian, keputusan resmi mengenai jadwal pelaksanaan belum ditetapkan. Kepastian waktu pelaksanaan akan dibahas lebih lanjut dalam forum koordinasi yang melibatkan Dispora kabupaten/kota se-Kalimantan Timur. Agenda tersebut juga mencakup presentasi kesiapan penyelenggaraan serta peninjauan venue di Paser pada 10 Maret mendatang.  

Iklan