Infopaser.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk sekolah-sekolah di Kabupaten Paser dipastikan tetap berjalan selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Namun, skema penyaluran menunya disesuaikan dengan kondisi puasa.
Menu yang biasanya berupa makanan siap saji kini diganti menjadi makanan kering yang dikemas agar dapat dibawa pulang oleh peserta didik. MBG mulai kembali disalurkan pada Senin, 23 Februari 2026, bertepatan dengan hari pertama pelajar masuk sekolah setelah libur awal Ramadan.
“Informasi pihak BGN (badan gizi nasional), MBG saat ramadan tetap jalan. Cuman menunya yang beda, kalau sebelumnya makanan berat siap saji, di bulan ramadan ini pakai makanan kering,” terang Sekretaris Satgas MBG wilayah Paser, Budy Hartika, Minggu (22/2/2026).
Meski demikian, aspek keamanan pangan tetap menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan program ini. Budy menegaskan pihaknya tidak ingin kasus keracunan yang sempat terjadi di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terulang di Paser.
“Satgas MBG menerapkan prosedur ketat sebelum makanan dibagikan kepada siswa. Makanan harus lebih dulu dicek oleh guru di setiap sekolah. Dari bidang keamanan pangan juga rutin datang melihat bahan makanan,” tegasnya.
Saat ini, MBG di Kabupaten Paser telah menjangkau sekitar 5.800 penerima manfaat. Penyaluran dilakukan melalui tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di Kecamatan Tanah Grogot, yakni berlokasi di Desa Tapis dan Desa Jone.
Namun, cakupan program diakui belum merata ke seluruh wilayah. Untuk itu, perluasan layanan akan dilakukan secara bertahap.
“Ada satu titik lagi yang mau dibangun di Sungai Tuak berupa SPPG aglomerasi yang menjangkau hingga 3.000 penerima manfaat,” ungkapnya.







