Infopaser.id – Film panjang bertema sejarah lokal berjudul Manuskrip Sejarah Paser resmi diluncurkan di Kabupaten Paser. Karya rumah produksi Warna Film tersebut menggelar penayangan perdana di Pendopo Bupati Paser, Tanah Grogot, pada akhir Desember 2025.
Film berdurasi sekitar 70 menit ini merupakan hasil proses produksi selama satu tahun. Manuskrip Sejarah Paser mengangkat kisah fiktif yang terinspirasi dari kekayaan sejarah dan warisan budaya Paser, dengan tujuan memperkenalkan kembali nilai-nilai sejarah lokal kepada masyarakat.
Sutradara Warna Film, Apriyal Fakih, menjelaskan bahwa film ini mengisahkan perjalanan Dina, seorang peneliti muda yang berupaya membuktikan kebenaran riset sejarah Paser. Dina dihadapkan pada tantangan untuk menemukan 30 lembar manuskrip sejarah Paser berusia sekitar 200 tahun yang selama ini dinyatakan hilang. Penemuan manuskrip tersebut menjadi syarat utama agar hasil penelitiannya dapat diakui oleh para tokoh dan pakar sejarah setempat.
Dalam perjalanannya, Dina harus mengumpulkan potongan manuskrip yang tersebar di berbagai lokasi. Upaya tersebut tidak berjalan mudah karena ia menghadapi hambatan dari pihak yang ingin menghilangkan jejak manuskrip tersebut demi kepentingan pribadi.
Dina kemudian dibantu oleh dua rekan penelitinya, Raka dan Zahra, serta Amat, seorang ahli desain grafis dan teknologi. Bersama-sama, mereka berupaya menjaga dan menyelamatkan peninggalan sejarah agar tidak hilang ditelan zaman.
Apriyal menyampaikan bahwa film ini tidak hanya menyuguhkan hiburan, tetapi juga membawa pesan tentang pentingnya literasi sejarah dan pelestarian warisan leluhur. Melalui cerita yang dekat dengan realitas masyarakat lokal, film ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sejarah Paser.
Setelah penayangan perdana di Tanah Grogot, film ‘Manuskrip Sejarah Paser’ direncanakan akan diputar kembali melalui berbagai program promosi. Kegiatan tersebut akan difasilitasi oleh Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Paser sebagai bagian dari pengembangan sektor ekonomi kreatif daerah. Melalui pemutaran lanjutan ini, film tersebut diharapkan dapat menjangkau penonton yang lebih luas sekaligus memperkenalkan sejarah lokal Paser kepada masyarakat.






