Stok BBM di SPBU Paser Sering Langka, Warga Mengeluh

Infopaser.id – Masyarakat Kabupaten Paser saat ini menghadapi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax di sejumlah SPBU. Bahkan di Tanah Grogot, dua SPBU di Kilometer 1 dan Kilometer 4 dilaporkan tutup sejak Minggu sore, 18 Mei 2025 karena kehabisan stok.
Diketahui hanya ada tiga SPBU di Tanah Grogot yang menyediakan BBM jenis Pertamax, yakni di SPBU Kilometer 1,4 dan 8. BBM jenis Pertalite hanya tersedia di SPBU Kilometer 8, namun jumlahnya terbatas. Akibatnya warga harus mengantre panjang dan pembelian setiap orang pun dibatasi.
Baca juga: Nelayan Pondong Terombang-ambing di Laut, Ditemukan Lemas di Muara Telake Long Kali
Pengawas SPBU Kilometer 1, Mustajir, mengatakan bahwa pihaknya telah memesan 16 kilo liter (KL) Pertamax sejak hari sebelumnya. Namun hingga Senin sore (19/5) pasokan belum juga tiba.
“Kami kemarin order 16 KL tapi sampai sekarang belum ada kabar. Mudah-mudahan malam ini datang,” ujarnya.
Kelangkaan ini menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat. Salah satu warga Paser bernama Yadi mengeluhkan kurangnya informasi dan transparansi terkait kondisi ini.
Ia menilai bahwa kebutuhan akan BBM jenis Pertamax sangat penting, khususnya bagi masyarakat yang bergantung pada kendaraan untuk bekerja.
“Seharusnya ada pemberitahuan resmi kenapa Pertamax kosong. Ini menyulitkan kami yang kerja harian pakai motor atau mobil,” kata Yadi.
Baca juga: RSUD Kerang Kekurangan Dokter Spesialis, Warga Paser Lebih Memilih Berobat ke Kalsel
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM) Paser, Yusuf, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengkonfirmasi kelangkaan ini kepada pihak Pertamina.
Ia menjelaskan sebenarnya sudah ada pengiriman bahan bakar dari Pertamina, namun harus dikembalikan karena tidak memenuhi spesifikasi atau standar mutu yang ditentukan.
“Katanya ada masalah pada spesifikasi BBM-nya, jadi harus dikembalikan dulu. Mereka minta masyarakat bersabar. Saya sudah tanyakan sampai kapan, dan mereka menyatakan akan segera mengupayakan distribusi kembali,” ujar Yusuf.






