Tim arung jeram Kabupaten Paser menargetkan dua hingga tiga medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur 2026. Sebanyak 20 atlet disiapkan untuk bersaing dalam cabang olahraga yang memperebutkan total 16 medali emas tersebut.
Namun, persiapan kontingen tuan rumah menghadapi sejumlah kendala. Program pemusatan latihan (TC) yang semula direncanakan berlangsung selama 60 hari harus dipangkas menjadi hanya 30 hari akibat kendala operasional.
Meski durasi latihan berkurang hingga 50 persen, Pengurus Cabang Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Paser menyebut kesiapan teknis atlet secara keseluruhan telah mendekati 90 persen menjelang pertandingan.
Ketua Harian Pengcab FAJI Paser, Nor Ferry Irawan, mengatakan target dua hingga tiga medali emas tersebut telah mempertimbangkan kondisi persiapan tim, termasuk keterbatasan fasilitas dan waktu latihan.
“Kita plotting dua hingga tiga emas. Untuk pastinya kami belum bisa memastikan,” kata Ferry, Kamis (5/11/2026).
Menurutnya, pemangkasan durasi TC menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan target medali. Dengan waktu persiapan yang lebih singkat, tim memilih untuk tidak memasang target terlalu tinggi.
“Di TC harusnya 60 hari namun menjadi 30 hari. Sehingga otomatis dipangkas 50 persen jadi kita juga tidak berani untuk target yang berlebihan,” tambahnya.
Saat ini, para atlet memasuki tahap akhir persiapan dengan fokus pada penyesuaian teknis terhadap venue pertandingan yang berada di kawasan Desa Rantau Buta, Kabupaten Paser.
Sementara itu, pelatih arung jeram Paser, Ade Candra, menjelaskan bahwa sebagian besar atlet yang tergabung dalam tim masih berstatus pelajar. Selain itu, terdapat dua atlet yang baru menyelesaikan masa sekolah.
Komposisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam menyusun program latihan, terutama untuk menyesuaikan aktivitas para atlet muda dengan tuntutan kedisiplinan selama persiapan pertandingan.
Untuk mengatasinya, Ade menerapkan pendekatan persuasif dengan berupaya memahami karakter dan kebiasaan para atlet sebelum memberikan arahan latihan.
Pendekatan tersebut dilakukan untuk menjaga kekompakan tim sekaligus membantu para atlet menyesuaikan diri dengan program latihan yang telah disusun.
Dari sisi kondisi fisik dan teknik bertanding, Ade menyebut kesiapan atlet binaannya telah mendekati 100 persen menjelang pelaksanaan pertandingan.
Meski demikian, tim masih menghadapi sejumlah tantangan, termasuk kondisi mental bertanding sebagian atlet yang memiliki pengalaman kompetisi terbatas.







