Kabupaten Paser termasuk dalam cakupan wilayah dengan risiko banjir kategori tinggi berdasarkan pemetaan bencana di Kalimantan Timur. Kondisi ini menjadi perhatian menjelang puncak musim hujan yang diperkirakan berlangsung pada Desember 2026 hingga Januari 2027.
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim, hujan masih berpotensi berlangsung hingga Maret bahkan April 2027 di sejumlah wilayah.
Pemetaan risiko menunjukkan bahwa ancaman banjir kategori tinggi tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur, termasuk wilayah Kabupaten Paser. Selain banjir, potensi tanah longsor kategori tinggi juga teridentifikasi di delapan kabupaten dan kota. Sementara itu, tujuh kabupaten dan kota lainnya tercatat memiliki risiko banjir pesisir atau rob. Meski demikian, informasi tersebut belum merinci kecamatan maupun desa di Kabupaten Paser yang masuk dalam kategori rawan banjir.
Kepala Pelaksana BPBD Kaltim, Buyung Dodi Gunawan, mengatakan pemerintah daerah perlu mulai meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi setelah sebelumnya berfokus pada penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Kita sudah mulai harus beralih dari penanganan karhutla ke persiapan menghadapi bencana berikutnya, yakni banjir dan tanah longsor. Kita perlu melihat bersama peta wilayah rawan bencana dan menyiapkan langkah antisipasi apabila terjadi bencana,” ujarnya dalam Rapat Kesiapsiagaan Menghadapi Potensi Bencana Banjir, Banjir Pesisir (Rob), dan Gerakan Tanah Longsor Kaltim, Rabu (4/11/2026).
Menurut Buyung, langkah antisipasi tidak cukup hanya dilakukan ketika bencana sudah terjadi. Pemerintah daerah juga perlu menyiapkan upaya mitigasi hingga penanganan pasca bencana sejak dini. Data kejadian banjir pada tahun-tahun sebelumnya turut menjadi bahan evaluasi untuk menentukan wilayah prioritas serta langkah penanganan yang diperlukan.
Selain itu, koordinasi antara BPBD provinsi, BPBD kabupaten dan kota, serta instansi terkait perlu diperkuat untuk menghadapi potensi bencana selama musim hujan.
Peringatan dini tersebut tentu menjadi perhatian bagi masyarakat Kabupaten Paser menjelang puncak musim hujan. Terlebih, wilayah ini turut masuk dalam cakupan pemetaan risiko banjir kategori tinggi di Kalimantan Timur.







