Infopaser.id

Sebanyak 205 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tercatat terjadi di Kabupaten Paser dengan luas area terdampak mencapai 558 hektare hingga awal September 2026.

Di kawasan hutan, penanganan kebakaran menghadapi tantangan tersendiri. Lokasi yang sulit dijangkau serta terbatasnya sumber air membuat pemadaman tidak selalu dapat dilakukan dengan mengandalkan pasokan air.

Kondisi tersebut membuat UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Kendilo Dinas Kehutanan Kalimantan Timur menerapkan metode pemadaman manual untuk menangani karhutla di kawasan hutan Paser.

Kepala Seksi Perlindungan KSDAE dan Pemberdayaan Masyarakat UPTD KPHP Kendilo Agung Rohendi mengatakan penggunaan air di dalam kawasan hutan sulit dilakukan karena sumbernya terbatas.

“Karena jika di dalam hutan menggunakan air, pasti kewalahan mencari sumber airnya saat sudah habis,” ujar Agung, Senin (14/9/2026).

Sebelum pemadaman dilakukan, area kebakaran terlebih dahulu dipetakan menggunakan drone untuk mengetahui posisi dan arah penyebaran api. Sebanyak 15 personel Brigade Sirana kemudian diterjunkan dengan memprioritaskan penanganan pada bagian kepala api agar kebakaran tidak semakin meluas.

Pemadaman dilakukan secara manual dengan membuat sekat bakar atau firebreak menggunakan garuk dan pacul. Api yang membakar serasah maupun ranting kering juga dipadamkan menggunakan alat gepyok.

Metode tersebut disesuaikan dengan karakter karhutla yang ditemukan di kawasan hutan Paser. Menurut Agung, kebakaran yang terjadi umumnya merupakan kebakaran permukaan sehingga titik api terkadang tidak segera terdeteksi sebagai hotspot.

UPTD KPHP Kendilo sendiri mengawasi kawasan hutan seluas sekitar 135 ribu hektare. Dari sejumlah kejadian yang ditangani, api disebut tidak banyak merambah ke kawasan hutan lindung.

Penanganan tidak hanya dilakukan ketika kebakaran terjadi di kawasan hutan. Brigade Sirana juga membantu penanganan karhutla di sekitar pemukiman maupun lahan warga bersama tim gabungan di bawah koordinasi BPBD Paser.

Kegiatan penanganan karhutla tersebut turut mendapat dukungan PT Pertamina Hulu Mahakam dan PT Kideco Jaya Agung yang tengah menjalankan kegiatan rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) di wilayah tersebut.

Iklan