Infopaser.id

Pria berinisial SBB (21) asal Desa Riwang, Kecamatan Batu Engau, Kabupaten Paser, diduga terlibat dalam kasus pencurian satu unit dump truck milik perusahaan tempatnya pernah bekerja di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah.

Kasus ini menyita perhatian karena kendaraan yang diduga dicuri merupakan dump truck Hino bernilai sekitar Rp585 juta. Namun, kendaraan tersebut disebut hanya dijual dengan harga Rp16 juta.

Kasus ini terungkap setelah pihak perusahaan mendapati satu unit dump truck warna hijau tidak berada di area workshop Desa Hajak, Kecamatan Teweh Baru, saat pengecekan rutin pada Senin, 9 Februari 2026 sekitar pukul 09.00 WIB. Setelah dipastikan hilang tanpa izin, pihak perusahaan kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang.

Dari hasil penyelidikan, SBB yang merupakan mantan sopir perusahaan tersebut diduga menjadi pelaku. Ia diduga telah menyiapkan aksinya sejak masih bekerja dengan menukar kunci asli kendaraan menggunakan kunci serupa.

Dengan masih menguasai kunci asli kendaraan, pelaku diduga dapat membawa dump truck keluar dari area workshop tanpa menimbulkan kecurigaan. Untuk menghilangkan jejak, perangkat GPS yang terpasang pada kendaraan juga diduga dilepas dan dibuang agar keberadaan dump truck tidak dapat dilacak.

“Untuk menghilangkan jejak, perangkat GPS yang terpasang pada kendaraan dilepas dan dibuang sehingga keberadaan dump truck tidak dapat dilacak,” kata Iptu Novendra WP.

Setelah berhasil menguasai kendaraan, pelaku diketahui sempat menawarkan dump truck tersebut kepada rekannya dengan harga Rp20 juta. Namun setelah proses tawar-menawar, kendaraan itu akhirnya dijual dengan harga Rp16 juta.

Uang hasil penjualan diduga digunakan untuk membeli satu unit telepon genggam serta membiayai perjalanan pulang ke kampung halamannya di Desa Riwang, Kecamatan Batu Engau, Kabupaten Paser.

Dalam pengungkapan kasus tersebut, turut diamankan barang bukti berupa satu unit dump truck Hino warna hijau dan satu unit telepon genggam yang diduga dibeli menggunakan hasil kejahatan.

Saat ini kasus tersebut masih dalam proses pendalaman, termasuk untuk menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam penjualan kendaraan tersebut.

Iklan