Satu-satunya di Kaltim, Paser Dirikan Pusat Layanan Usaha Terpadu untuk Bantu UMKM Naik Kelas

Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Paser kini memiliki akses ke fasilitas baru berupa Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT). Pusat layanan yang berlokasi di lahan eks Taman Lembayung, Desa Tepian Batang, Kecamatan Tanah Grogot ini hadir sebagai wadah konsultasi, pendampingan, dan pelatihan bagi pelaku UMKM untuk mendukung keberlangsungan usaha mereka.
PLUT yang baru berdiri ini tidak sekadar menyediakan ruang, tetapi juga menawarkan layanan nyata bagi pelaku UMKM. Fungsinya dirancang sebagai pusat konsultasi, pendampingan, dan pelatihan, mulai dari pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI), hingga pelatihan Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). Selain itu, ada juga pendampingan berkelanjutan untuk membantu UMKM menjaga keberlangsungan usaha mereka.
Acara peluncuran PLUT UMKM Kabupaten Paser digelar pada Rabu (20/8/2025). Dengan hadirnya fasilitas ini, Paser menjadi satu-satunya daerah di Kalimantan Timur yang memiliki pusat khusus untuk mendukung peningkatan kapasitas UMKM.
Kabid UMKM, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop UKM) Paser, Erik Apriantour, mengungkapkan sebelumnya di provinsi Kaltim ada yang memiliki PLUT juga namun tidak lagi beroperasi.
“Ini berkat dukungan Pak Bupati, Disperindagkop UKM Paser berupaya membangun PLUT dan mendapatkan izin dari kementerian terkait,” kata Erik, Minggu (24/8/2025).
Hadirnya PLUT diyakini akan memberikan efek domino yang positif. Tidak hanya mendorong pengembangan UMKM lokal, tetapi juga membuka peluang masuknya berbagai program dan anggaran dari kementerian terkait. Keberadaan PLUT di Paser semakin istimewa karena fasilitas serupa sebelumnya hanya ditemui di sejumlah daerah wisata nasional seperti Yogyakarta, Bali, dan beberapa kota lainnya.
“Rencananya kami bakal rutin menggelar kegiatan tiap Jum’at pagi sampai siang untuk UMKM di sini, melibatkan komunitas. Mungkin kita bisa meniru konsep Pasar Tumpah Pringgodani di Balikpapan,” tegas Erik.






