Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Paser mencatat sebanyak 900 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) hingga Juli 2026. Di tengah munculnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dalam beberapa pekan terakhir, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan asap yang dapat berdampak pada kesehatan.
Meski demikian, Dinkes Paser menegaskan bahwa 900 kasus ISPA tersebut tidak seluruhnya dapat dikaitkan dengan paparan asap karhutla. Data yang disampaikan juga belum merinci jumlah kasus yang secara khusus dipicu oleh kondisi udara akibat kebakaran.
Mengantisipasi kemungkinan munculnya gangguan kesehatan akibat paparan asap, seluruh puskesmas di Paser telah diarahkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan memberikan penanganan apabila terjadi peningkatan kasus.
Kepala Dinkes Paser Amri Yulihardi mengatakan, hingga saat ini belum ada surat edaran khusus yang diterbitkan kepada masyarakat terkait bahaya kabut asap. Kondisi udara di Paser disebut belum separah sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.
“Belum ada surat edaran ke masyarakat. Namun, kami sudah mengarahkan seluruh unit kerja, khususnya puskesmas, untuk bersiaga menangani setiap kasus yang masuk,” ujar Amri, Kamis 20 Agustus 2026.
Untuk menjaga kesiapan pelayanan kesehatan, Dinkes Paser menerapkan sistem piket petugas secara bergiliran. Petugas bertanggung jawab memantau perkembangan kondisi di posko serta memastikan ketersediaan obat-obatan dan alat kesehatan di Instalasi Farmasi Kabupaten (IFK).
Koordinasi juga dilakukan dengan Tim Gerak Cepat (TGC) puskesmas di masing-masing wilayah kerja untuk mengantisipasi apabila kondisi kualitas udara memburuk dan berdampak terhadap kesehatan masyarakat.
“Kami ingin memastikan aspek kesehatan selalu siap. Koordinasi lintas sektor harus diperkuat agar pelayanan kepada masyarakat berjalan cepat,” tegasnya.
Di tengah kondisi tersebut, masyarakat diimbau mengurangi paparan asap, terutama kelompok yang lebih rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita asma.
Masyarakat juga dianjurkan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan dan mengurangi kegiatan di luar rumah apabila kondisi asap semakin pekat. Pintu, jendela, dan ventilasi rumah disarankan ditutup untuk mengurangi masuknya asap.







